- Retailer OH!SOME meluncurkan koleksi kartu Pixar dan MLBB pada awal 2026, menegaskan relevansi benda fisik.
- Kartu koleksi berfungsi sebagai sarana belajar pengembangan berpikir kritis, tanggung jawab, dan interaksi sosial remaja.
- Aktivitas mengoleksi kartu menciptakan elemen nostalgia, menjembatani generasi orang tua dan anak melalui pengalaman bersama.
Suara.com - Di era digital, aktivitas mengoleksi benda fisik seperti collectible card ternyata tetap relevan—bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media belajar, pengembangan diri, dan sarana bernostalgia.
Mengawali 2026, retailer gaya hidup OH!SOME menghadirkan dua koleksi terbaru, Pixar Collectible Cards dan 1Play × MLBB M7 World Championship 2026 E Series Trading Card Collection, yang menegaskan bahwa kartu koleksi dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Koleksi Pixar menampilkan karakter-karakter ikonik dari film favorit lintas generasi seperti Toy Story, Finding Nemo, dan Inside Out.
Sementara koleksi MLBB menampilkan pemain dan tim terbaik dari kompetisi esports global, lengkap dengan kartu bertanda tangan.
Desain premium dan teknologi khusus seperti multi-laser holographic, tactile film, dan night glow dual mode membuat aktivitas mengoleksi kartu terasa lebih interaktif dan memikat.
Menurut psikolog Mutiara Tioni Asprilia, collectible card dapat menjadi sarana belajar sekaligus pengembangan identitas anak dan remaja.
“Dengan pendampingan yang tepat, anak hingga remaja dapat mempelajari nilai akan suatu benda dan menggunakannya sembari mengembangkan kemampuan berpikir strategis dari segi berpikir kritis, membuat pilihan, regulasi emosional, juga relasional. Memiliki koleksi sedari dini juga mengajarkan anak maupun remaja memahami tanggung jawab dengan menyimpan koleksinya, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri saat berbagi cerita atau berinteraksi dengan teman yang memiliki minat serupa. Mengoleksi kartu mengajarkan nilai benda secara lebih bermakna, bukan hanya sekedar dari sisi kepemilikan,” jelasnya.
Selain manfaat kognitif dan sosial, collectible card juga menghadirkan elemen nostalgia yang menghubungkan lintas generasi.
Orang tua dapat mengenang karakter atau cerita favorit mereka, sambil berbagi pengalaman tersebut dengan anak-anak, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan bermakna.
Baca Juga: Dari Boots Hingga Backpack: Tren Warna Wajib untuk Tampilan Musim Dingin yang Kuat dan Tenang
OH!SOME sendiri menegaskan bahwa peluncuran dua koleksi ini bukan sekadar strategi penjualan, tetapi juga upaya memberikan pengalaman koleksi yang fun, personal, dan edukatif.
Head of Brand OH!SOME, Jonathan Qiao, menambahkan: “Peluncuran dua IP ikonik dari dunia hiburan dan esports global ini memperkuat komitmen OH!SOME dalam mengembangkan kategori kartu koleksi di Indonesia melalui kolaborasi yang bermakna dan engaging. Kami berharap pelanggan dapat merasakan pengalaman mengoleksi yang lebih personal, fun, dan rewarding.”
Bagi anak-anak, remaja, maupun orang tua, collectible card kini menjadi lebih dari sekadar hobi. Ia adalah media belajar, ruang bermain kreatif, dan jembatan nostalgia yang mengajarkan nilai, tanggung jawab, dan interaksi sosial—semua dikemas dalam aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing
-
Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?
-
Cetak Generasi Melek Finansial, BRI Region 16 Masifkan Tabungan SimPel untuk Pelajar
-
Redam Bentrok Antar Ormas: Debt Collector Pembacok Valet Ambyar Club Diserahkan ke Polisi
-
Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan
-
Apa Perbedaan HUT dan Dirgahayu? Ini Cara Penggunaan yang Tepat
-
3 Parfum Zara Wanita Paling Laris, dari Aroma Floral hingga Sentuhan Manis yang Feminin
-
JetZ Gandeng Hearts2Hearts Jadi Korean Brand Ambassador Pertama, Ajak Gen Z Lebih Percaya Diri
-
Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bungkam Ditanya Soal Kematian Sutrimo
-
Biar Nggak Bingung, Intip Perbedaan Harga dan Fitur Mitsubishi Destinator GLS hingga Ultimate