Suara.com - Lebaran 2026 tinggal menghitung hari, banyak orang sudah menerima Tunjangan Hari Raya atau THR yang biasanya digunakan untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Sebagian orang memanfaatkan THR untuk perjalanan mudik bersama keluarga dan berfoya-foya di kampung halaman tercinta seperti jalan-jalan atau berbagi angpao kepada orang tua dan sanak saudara.
Beberapa orang lainnya mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan rumah tangga, belanja online atau ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju baru, sandal baru, sepatu baru hingga kebutuhan lebaran lainnya.
Selain itu, sebagian THR digunakan untuk menunaikan zakat fitrah, ini adalah kewajiban utama serta memberikan sedekah kepada kerabat atau orang yang membutuhkan, agar hati lebih tenang saat menyambut hari raya nanti.
Meskipun secara psikologis, THR sering dianggap “uang tambahan” atau bonus yang bebas digunakan untuk apa saja, bukan berarti tanpa perencanaan yang matang.
Semua anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan hari raya adalah hal yang wajar, namun tetap butuh perencanaan.
Ketika uang tidak diarahkan sejak awal, besar atau kecil nominalnya akan tetap habis. Setelah lebaran selesai, barulah terasa dampaknya terhadap kondisi keuangan.
Padahal, momentum mendapatkan THR bisa menjadi penguatan finansial secara mandiri. Dengan pengelolaan yang tepat, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk menambah tabungan, menyiapkan dana darurat, dan mengurangi tekanan finansial setelah lebaran.
Agar tidak boncos setelah lebaran, di bawah ini tersaji cara mengatur uang THR agar tidak habis untuk mudik saja dengan menggunakan formula yang sederhana.
Baca Juga: H-3 Idul Fitri, 40 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Lewat Pasar Senen dan Gambir
Rumus sederhana ini dianggap paling efektif dilakukan agar keuangan tetap stabil hingga menunggu gajian selanjutnya. Berikut penjelasan singkatnya.
Cara mengatur uang THR agar Tidak Habis untuk Mudik Saja
Salah satu cara paling efektif untuk mengatur THR adalah dengan membuat pembagian dana yang jelas. Tanpa perencanaan, uang THR akan menguap begitu saja.
Agar lebih terstruktur, Anda bisa menggunakan formula pembagian sederhana seperti 10-20-40-30 untuk mengatur pengeluaran THR. Dengan formula ini memungkinkan Anda tetap menikmati momen lebaran tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan setelahnya.
Formula 10-20-40-30
· 10% untuk zakat dan sedekah
Dana ini digunakan untuk zakat fitrah, sedekah, atau membantu keluarga yang membutuhkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
-
Atasi Flek Hitam Pakai Serum Viva Apa? Ini 4 Pilihan Ampuh Mulai Rp22 Ribuan
-
Cushion Glad2Glow Silver untuk Kulit Apa? Tahan hingga 10 Jam Tanpa Oksidasi
-
Bedak Padat yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Bebas Minyak hingga 16 Jam
-
4 Zodiak yang Terlahir Mandiri, Tak Suka Bergantung pada Orang Lain
-
Selembut Dessert, ButterLux dari Aldo Tawarkan Gaya Nyaman dan Stylish untuk Gen Z
-
5 Sepatu Lari Mizuno Diskon di Sports Station, Harga Turun Drastis hingga 61 Persen
-
6 Sepatu Lari Diadora Diskon hingga 40 Persen di Sports Station, Tetap Stylish Dipakai Harian
-
Berapa Biaya Bikin Kebaya di Didiet Maulana seperti Syifa Hadju? Ini Kisarannya
-
Aturan Baru, Hanya 6 Jenis Pekerjaan Ini yang Boleh Dikelola Perusahaan Outsourcing