- Sistem saraf yang terjebak dalam mode bertahan hidup akibat stres kronis menyebabkan kelelahan dan emosional.
- Perilaku tidur berlebih dan mudah menangis bisa menandakan depresi atau penekanan emosi kompleks yang belum terselesaikan.
- Kelelahan ekstrem akibat burnout, empati tinggi, atau kesulitan menetapkan batasan memicu respon emosional berlebihan.
Suara.com - Apakah kamu termasuk orang yang terlalu sering tidur dan menangis? Jika iya, kamu wajib memahami alasan "menyesakkan" di baliknya.
Ternyata, perilaku ini bukan tanpa alasan. Meskipun pengalaman tidur setiap orang berbeda, hal-hal seperti stres kronis, terlalu banyak bekerja, atau mengalami peristiwa hidup yang mengubah segalanya bisa menjelaskan perubahan perilaku yang dialami banyak orang.
Orang-orang yang terlalu banyak tidur dan mudah menangis biasanya memiliki alasan-alasan spesifik di baliknya. Berikut adalah 11 alasan "menyesakkan" yang mungkin sedang kamu alami:
1. Sistem saraf terjebak dalam mode bertahan hidup
Apakah karena stres kronis atau masalah kesehatan mental yang memicu kecemasan terus-menerus, jika sistem saraf seseorang tidak teratur dan terjebak dalam “mode survival”, mereka akan merasa lebih lelah dan emosional daripada biasanya.
Tubuh dan pikiran mereka terus mencari ancaman, bahkan dalam momen sehari-hari yang biasa saja. Hal ini membuat mereka kelelahan dan sulit untuk benar-benar istirahat.
Suasana tenang sebelum tidur justru bisa terasa mengancam, sehingga mereka lebih memilih tidur di siang hari ketika lingkungan terasa lebih aman.
2. Kamu menekan emosi yang kompleks
Menekan emosi rumit yang tak ingin dihadapi tidak hanya membuat seseorang lebih reaktif secara emosional dan kelelahan, tetapi juga dapat memperbesar pengalaman negatif dan mengusir hal-hal kecil yang positif.
Baca Juga: Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini: Saat Rindu Tak Lagi Punya Alamat
Jika kamu tidur lebih banyak atau menangis di saat tak terduga, bisa jadi karena semua emosi kompleks yang selama ini kamu pendam. Emosi tersebut tidak hilang begitu saja, melainkan muncul di waktu yang tidak tepat.
3. Kamu sedang mengalami depresi
Gangguan tidur sering menjadi gejala depresi, dan reaksi emosional yang berlebihan serta sensitivitas tinggi juga umum terjadi pada kamu yang sedang berjuang dengan kesehatan mental.
Orang yang depresi memiliki gejolak batin yang besar, sering tanpa keterampilan coping yang memadai. Bahkan momen kecil pun bisa memicu emosi intens. Tidur terasa seperti “tempat aman” untuk menghindari perjuangan sehari-hari.
4. Kamu sedang menghindari sesuatu
Menghindari emosi atau percakapan sulit memang memberi kenyamanan sementara, tapi justru memperburuk stres dan kecemasan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal
-
5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
-
Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra
-
Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti
-
Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu