Lifestyle / Male
Sabtu, 11 April 2026 | 18:17 WIB
Ilustrasi Pria Pakai Paylater (Unsplash/Blake Wisz)
Baca 10 detik
  • Kelompok usia 30 tahun ke atas mendominasi transaksi digital selama Ramadan 2026 untuk memenuhi kebutuhan esensial rumah tangga.
  • Pengguna laki-laki lebih dominan menggunakan layanan pembayaran tunda untuk mengatur arus kas sebelum penerimaan THR secara terukur.
  • Volume transaksi digital meningkat 27% saat masyarakat memanfaatkan tenor pendek guna menjaga stabilitas keuangan selama periode Ramadan.

Suara.com - Ramadan 2026 telah usai, namun data yang tertinggal memberikan gambaran menarik tentang bagaimana cara masyarakat mengelola keuangan mereka di tengah lonjakan kebutuhan. Menariknya, anggapan bahwa metode pembayaran digital hanya didominasi oleh anak muda mulai bergeser.

Data terbaru menunjukkan bahwa kelompok usia 30 tahun ke atas justru menjadi yang paling aktif bertransaksi. Fenomena ini cukup masuk akal; di usia kepala tiga, tanggung jawab finansial biasanya mencapai puncaknya—mulai dari urusan dapur, kebutuhan keluarga, hingga persiapan mudik yang menguras kantong.

Pria Lebih Dominan dalam Mengatur Ritme Belanja

Satu temuan unik lainnya adalah perbandingan pengguna antara laki-laki dan perempuan yang mencapai 53% berbanding 47%. Meski tipis, angka ini menunjukkan bahwa laki-laki kini semakin adaptif dalam menggunakan teknologi keuangan untuk menjaga arus kas tetap stabil.

Pola ini terlihat jelas pada pertengahan Ramadan. Alih-alih menunggu THR cair, banyak orang memilih untuk membereskan kebutuhan penting lebih awal. Penggunaan metode pembayaran tunda kini bukan lagi sekadar soal konsumsi impulsif, melainkan alat untuk mengatur ritme pengeluaran agar tidak "jebol" di satu waktu.

Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo mengatakan, “Yang menarik bukan cuma transaksinya yang naik, tapi cara orang pakainya juga makin terarah. Kami melihat pengguna cenderung pakai lebih dari sekali dalam sebulan, tapi tetap memilih tenor pendek. Ini menunjukkan bahwa PayLater mulai digunakan sebagai alat bantu untuk mengatur cash flow tetap stabil, terutama di momen sebelum gajian dan THR.”

Kebutuhan Harian Jadi Prioritas Utama

Berbeda dengan stereotipe belanja barang mewah, mayoritas transaksi justru menyasar kebutuhan esensial. Kategori seperti pulsa, tagihan, hingga belanja bulanan (groceries) menjadi favorit utama. Bahkan, volume transaksi di minimarket meningkat tajam hingga 160% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Berikut adalah beberapa pola unik yang tertangkap selama periode tersebut:

Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Pria yang Soft dan Tahan Lama, Aromanya Memikat

  • Siang Hari Jadi Waktu Favorit: Mayoritas transaksi terjadi antara pukul 12.00 hingga 18.00, menunjukkan orang lebih produktif mengecek stok kebutuhan di sela aktivitas harian.
  • Tenor Pendek sebagai Safe Zone: Pilihan bayar dalam 1 bulan menjadi favorit karena dianggap paling realistis untuk menutup kebutuhan tanpa beban jangka panjang.
  • Transaksi Berulang namun Terkontrol: Rata-rata pengguna bertransaksi 4–5 kali dalam sebulan dengan nominal Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta, menunjukkan penggunaan yang lebih terukur.

Keuangan yang Lebih Terarah

Transformasi perilaku ini membuktikan bahwa masyarakat kini semakin dewasa dalam berutang. Transaksi yang meningkat selama Ramadan dan Lebaran 2026—yakni naik sebesar 27% secara volume—menunjukkan peran penting teknologi finansial sebagai jembatan ekonomi.

Sebagai salah satu penyedia layanan, Kredivo mencatat bahwa kemudahan yang ditawarkan membantu masyarakat tetap tangguh secara finansial di tengah tekanan inflasi musiman.

“Kredivo menghadirkan 0% bunga dan admin untuk pembayaran dalam 1 bulan karena kami melihat PayLater semakin relevan sebagai alat bantu untuk mengatur pengeluaran, seiring perannya yang kian menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Yang penting, tetap digunakan secara bijak dan sesuai kemampuan, supaya manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tutup Indina.

Load More