Suara.com - Prilly Latuconsina selama ini dikenal sebagai aktris papan atas di industri hiburan Indonesia. Namun, di luar dunia seni peran, ia juga menunjukkan kepedulian yang kuat terhadap isu lingkungan. Prilly Latuconsina tak hanya aktif di layar kaca, tetapi juga terlibat dalam berbagai inisiatif pelestarian alam.
Awal Mula Ketertarikannya Pada Isu Lingkungan
Ketertarikan Prilly terhadap isu lingkungan bermula dari hobinya menyelam. Pengalaman berada langsung di bawah laut membuatnya menyadari kondisi ekosistem yang semakin terancam.
Dalam salah satu unggahannya di Instagram, ia menceritakan momen saat menemukan tumpukan sampah yang tersangkut di antara terumbu karang, sebuah pemandangan yang bertolak belakang dengan ekspektasinya terhadap keindahan laut.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya untuk lebih serius terlibat dalam isu lingkungan. Saat menjadi pembicara di ASEAN Youth 2023, Prilly menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi krisis iklim.
“Isu lingkungan adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi planet kita saat ini yang akan berdampak pada semua orang, tetapi generasi muda lah yang akan merasakan konsekuensinya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa anak muda perlu diberdayakan agar mampu mengambil peran dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Edukasi, peningkatan kesadaran, dan dukungan terhadap praktik ramah lingkungan menjadi hal yang menurutnya krusial untuk membentuk perubahan jangka panjang.
Aksi Nyata Lewat Sebuah Gerakan
Kepedulian tersebut tidak berhenti pada wacana. Bersama rekannya, Kiki Puspita Sari, Prilly mendirikan Generasi Peduli Bumi, sebuah gerakan yang fokus pada aksi nyata dan edukasi lingkungan.
Baca Juga: Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
Melalui komunitas ini, berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari aksi bersih pantai hingga pengelolaan sampah. Salah satu kegiatan yang pernah dilakukan adalah clean up di Pantai Tanjung Aan. Selain itu, mereka juga mengembangkan program daur ulang plastik menjadi produk bernilai jual, pengolahan limbah makanan menjadi pupuk dan pakan ternak, hingga pengembangan Rumah Pintar untuk pengolahan maggot dan limbah plastik.
Prilly juga terlibat dalam kolaborasi dengan Konservasi Indonesia untuk mendukung kampanye pelestarian laut, termasuk di kawasan Kaimana, Papua Barat.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Prilly menunjukkan bahwa peran figur publik tidak hanya berhenti pada popularitas, tetapi juga bisa menjadi penggerak perubahan. Sosoknya mencerminkan semangat generasi muda yang tidak hanya berbicara tentang isu lingkungan, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk menjaganya.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan