Fenomena ini sering kali membuat cadangan air tanah menyusut lebih cepat daripada kemarau tahunan.
Cakupan wilayah dan skala dampak
Kemarau biasa mungkin hanya memberikan dampak lokal atau regional yang dapat diprediksi oleh petani setempat.
Namun, El Nino memiliki dampak sistemik yang mencakup wilayah yang sangat luas, bahkan lintas benua.
Adapun di Indonesia, dampak El Nino sering kali merata dari ujung barat hingga timur,.
Dampak tersebut menyebabkan penurunan debit air di bendungan-bendungan besar secara drastis.
Skala dampaknya tidak hanya terbatas pada sulitnya mendapatkan air bersih, tetapi juga mengganggu stabilitas ekosistem laut.
Fenomena ini menyebabkan pemutihan terumbu karang (coral bleaching) karena suhu laut yang terlalu hangat.
Coral bleaching tersebut adalah sesuatu yang jarang terjadi pada musim kemarau biasa yang normal.
Baca Juga: 5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino
Risiko kebakaran dan ketahanan pangan
Perbedaan yang paling krusial terletak pada risiko bencana turunannya.
Pada musim kemarau biasa, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap ada namun lebih terkendali.
Saat El Nino, vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar (bagaikan bahan bakar siap sulut), yang memicu kebakaran hebat dengan kabut asap lintas batas negara.
Lalu ari sisi pangan, El Nino sering kali menyebabkan gagal panen masal (puso) karena pola tanam yang terganggu secara total.
Hal ini berdampak pada melonjaknya harga pangan nasional.
Oleh karena itu, penanganan El Nino memerlukan intervensi pemerintah yang lebih kompleks dibandingkan sekadar menghadapi kemarau rutin tahunan.
Itu sebabnya El Nino kerap membuat petani dan penggerak pangan was-was.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BRIvolution Reignite Percepat Transformasi, Perkokoh Kontribusi Danantara untuk Ekonomi Nasional
-
7 Kebiasaan yang Bikin HP Lelet, Segera Hentikan agar Performa Kembali Ngebut
-
Ambisi Rp1,2 Triliun Lampung: Memahat Jalan Mulus di Pintu Gerbang Utama Sumatera
-
Rupiah Menguat Pagi Ini, Tapi Masih di Level Rp18.000
-
Profil Noor Faizah Maenofie, Istri Bupati Pemalang yang Turut Diamankan KPK
-
Ratusan Polisi Bersiaga! Amankan Demo di Kawasan Istana dan Kantor BGN
-
Lewat BRIvolution Reignite, BRI Perkuat Kinerja dan Dukung Perekonomian Nasional Bersama Danantara
-
Tewas Usai Uji Nyali: Detik-Detik Tragis Perempuan Tulungagung Ambruk di Depan Rumah Hantu
-
Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus
-
Bukan Sekadar Chatbot, Ini Jadi "Senjata Rahasia" Soltius Indonesia di Era Konsultasi Berbasis GenAI