- Dokter spesialis bedah plastik, dr. Tompi, menyarankan pendekatan perawatan kulit sederhana dengan prinsip less is more untuk kesehatan.
- Rutinitas dasar yang dianjurkan mencakup penggunaan pembersih wajah lembut, pelembap untuk memperbaiki barrier, serta perlindungan sunscreen secara konsisten.
- Metode perawatan ini bertujuan mencegah kerusakan kulit akibat penggunaan produk berlebihan dan mendukung proses regenerasi alami kulit.
Suara.com - Dalam dunia skincare yang semakin ramai dengan puluhan produk layering, serum aktif, dan tren viral setiap minggu, dr. Tompi hadir dengan pendekatan yang menyegarkan: less is more.
Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetika ini kerap menekankan bahwa kulit sehat tidak butuh rutinitas rumit. Cukup tiga basic skincare yang konsisten sudah mampu memperbaiki skin barrier, mencegah penuaan dini, dan memberikan kulit yang glowing alami.
Siapa dr. Tompi?
dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP, lebih dikenal sebagai dr. Tompi, adalah pendiri Beyoutiful Aesthetic Clinic.
Meski spesialisasinya bedah plastik estetika, ia sering berbagi edukasi skincare berbasis ilmiah melalui media sosial.
Pesannya sederhana: jangan sampai skincare malah merusak kulit karena over-treatment. Kulit punya kemampuan regenerasi alami, asal kita beri dukungan yang tepat.
3 Langkah Basic Skincare ala dr. Tompi
Menurut dr. Tompi, tahta tertinggi skincare hanyalah tiga hal ini:
1. Cleansing (Pembersihan yang Gentle)
Langkah pertama dan paling krusial adalah membersihkan kulit tanpa menghilangkan minyak alami berlebihan.
Facial wash yang terlalu keras bisa merusak skin barrier, menyebabkan kulit kering, sensitif, bahkan breakout.
Baca Juga: Physical atau Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Ibu Hamil?
Rekomendasi dr. Tompi biasanya:
- Cetaphil Gentle Skin Cleanser
- Hada Labo Gokujyun
- Wardah, Labore, atau produk gentle lainnya sesuai budget dan jenis kulit.
Tips: Cuci muka maksimal 2 kali sehari, khususnya pagi dan malam. Hindari scrubbing kasar atau cleanser berbusa tinggi jika kulitmu sensitif atau kering.
2. Moisturizing (Melembapkan dan Repair Skin Barrier)
Banyak orang salah paham bahwa moisturizer hanya untuk kulit kering. Padahal, semua jenis kulit butuh pelembap untuk menjaga kelembapan dan fungsi barrier.
Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih kuat melawan polusi, sinar UV, dan iritasi.
Pilih moisturizer yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, atau centella asiatica.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok
-
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim
-
MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku