- Selama ini terdapat dilema penggunaan parfum pada baju atau kulit.
- Penyemprotan parfum pada titik nadi kulit memaksimalkan perkembangan aroma khas melalui interaksi dengan panas tubuh manusia.
- Penggunaan parfum pada pakaian membantu aroma bertahan lebih lama, namun berisiko menimbulkan noda pada jenis kain tertentu.
Suara.com - Bagi banyak orang, menyemprotkan parfum adalah ritual wajib sebelum memulai aktivitas. Namun, pertanyaan klasik yang sering muncul adalah: sebenarnya semprot parfum yang benar di baju atau kulit?
Beberapa orang merasa wangi lebih awet di baju, sementara yang lain setia menyemprotkannya langsung ke kulit.
Agar Anda tidak salah langkah, mari kita bedah kelebihan dan kekurangan masing-masing metode serta cara terbaik memakai parfum agar wanginya maksimal.
Semprot Parfum di Kulit: Mengapa Ini Disarankan?
Secara teknis, parfum dirancang oleh para perfumer untuk berinteraksi dengan panas tubuh manusia. Berikut adalah alasan mengapa kulit adalah media terbaik:
1. Interaksi dengan Panas Tubuh (Pulse Points)
Titik-titik nadi seperti pergelangan tangan, leher, belakang telinga, dan lipatan siku adalah area yang lebih hangat dibanding bagian tubuh lainnya.
Panas ini membantu memancarkan aroma parfum secara bertahap, sehingga wangi keluar secara konsisten.
2. Perkembangan Aroma (Notes)
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional
Parfum memiliki tingkatan aroma, yakni top notes, middle notes, dan base notes.
Saat terkena suhu tubuh dan minyak alami kulit, molekul parfum akan berkembang dan menciptakan aroma yang khas serta unik pada setiap orang.
Inilah alasan mengapa parfum yang sama bisa tercium sedikit berbeda di orang yang berbeda.
3. Risiko pada Kulit
Meski disarankan, bagi pemilik kulit sensitif, menyemprotkan parfum langsung ke kulit bisa menyebabkan iritasi atau kemerahan karena kandungan alkohol dan fragrance oil.
Semprot Parfum di Baju: Apa Keuntungannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla