- PT Importa Jaya Abadi meraih rekor MURI usai berhasil menjual satu juta lemari besi dalam kurun lima tahun.
- Produk furnitur besi tersebut diklaim lebih awet, antijamur, antirayap, serta menggunakan metode khusus agar tahan terhadap karat.
- Perusahaan kini memperluas jaringan melalui 28 cabang dan 6.000 mitra toko untuk memperkuat posisi di pasar domestik.
Suara.com - PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta lemari pakaian besi di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun.
CEO Importa Nizar Bawazier mengatakan, pencapaian penjualan tersebut bukan sekadar angka. Melainkan cerminan kepercayaan pelanggan terhadap produk perusahaan.
"Pencapaian lebih dari 1 Juta unit lemari pakaian besi dalam lima tahun bukan hanya tentang angka penjualan, tetapi merupakan cerminan dari kepercayaan pelanggan dan kerja keras seluruh ekosistem Importa," ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Dia menambahkan, penjualan eksponensial tersebut menjadi bukti bahwa produk lemari pakaian besi yang ditawarkan memiliki banyak keunggulan yang dipercaya masyarakat. Seperti lebih awet, antijamur, antirayap, dan tentunya harga yang lebih terjangkau.
"Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama karena Indonesia memiliki iklim tropis. Jadi perlu bahan yang awet," kata dia.
Ia membeberkan, furniture besi yang selama ini dikembangkan dan didistribusikan Importa tidak hanya untuk kategori lemari saja. Namun juga meliputi meja makan, meja hias, dining, sampai lemari hias.
"Semua jenis kategori furniture kami shifting menjadi furniture berbahan besi, pemilihan bahan ini juga untuk mencegah deforestasi, karena kita bisa menjaga kelestarian kayu," kata dia.
Secara bahan material, bahan besi ini dinilai jauh lebih tahan lama dan jauh lebih awet dari pada material kayu ataupun yang lain. Perusahaan juga mengantisipasi tantangan bahan besi agar tak mudah berkarat dengan
metode khusus powder coating.
"Jadi bahan besi kami anti karat," kata dia.
Baca Juga: Wow! Dokter Ini Pecahkan Rekor MURI: Suntik Filler Dagu Terbanyak dalam Sehari
Nizar pun optimistis, dengan semua keunggulan tersebut, produk Importa mampu menembus pasar internasional.
"Kita ingin tidak hanya ada di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke pasar internasional," katanya.
Selain pengembangan produk furnitur berbahan besi ke seluruh lini yang ada, ke depannya, Importa menyatakan akan terus memperkuat bisnis melalui pengembangan jaringan distribusi, peningkatan layanan pelanggan, serta ekspansi usaha yang berkelanjutan.
Bersamaan dengan penerimaan rekor MURI tersebut, Importa juga meluncurkan tagline baru, "Furniture Besi No.1 di Indonesia", yang diklaim mencerminkan penguatan posisi perusahaan di pasar furnitur berbahan besi nasional.
Menurut Nizar, peluncuran tagline baru menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat identitas merek.
"Tagline baru ini semakin mempertegas posisi Importa sebagai pemain di industri furnitur besi Indonesia," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab