Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 23 Juli 2026 | 15:45 WIB
Koleksi satwa Kebun Binatang Surabaya. (Instagram/surabayazoo)
Baca 10 detik
  • Kasus dugaan korupsi mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya, Chairul Anwar, memicu perhatian terhadap kondisi satwa karena anggaran pakan dan pemeliharaan diduga disalahgunakan.
  • Meski demikian, pihak KBS dan Wali Kota Surabaya memastikan operasional tetap berjalan normal serta koleksi satwa dalam kondisi sehat dan terawat.
  • Berikut daftar hewan koleksi Kebun Binatang Surabaya beserta informasi mengenai kondisi satwa di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi dana pakan.

Suara.com - Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS), Chairul Anwar, menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkannya sebagai tersangka.

Chairul Anwar diduga menyalahgunakan anggaran operasional, termasuk dana pakan satwa, selama menjabat pada periode 2016 hingga 2024 dengan nilai kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp10,2 miliar.

Dugaan penyelewengan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kesejahteraan satwa yang menjadi koleksi Kebun Binatang Surabaya.

Penyidik menyebut anggaran yang semestinya digunakan untuk pakan dan pemeliharaan satwa diduga dialihkan untuk pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan, transaksi fiktif, hingga kepentingan pribadi.

Di tengah mencuatnya kasus tersebut, perhatian masyarakat juga tertuju pada kondisi hewan-hewan yang menghuni Kebun Binatang Surabaya.

Pihak KBS memastikan operasional tetap berjalan normal dan kebutuhan pakan satwa terus dipenuhi sesuai standar, meski kasus hukum terhadap mantan direkturnya masih berproses.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga menyebutkan bahwa koleksi hewan di KBS dalam kondisi yang terawat dan sehat pasca lengsernya Chairul Anwar pada tahun 2024 lalu.

Kebun Binatang Surabaya sendiri merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia yang memiliki ratusan spesies satwa dari berbagai belahan dunia.

Apa saja hewan yang menjadi koleksi Kebun Binatang Surabaya dan bagaimana kondisinya setelah kasus dugaan korupsi dana pakan satwa mencuat? Simak ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa

Sejarah dan Koleksi Satwa di Kebun Binatang Surabaya

Koleksi satwa Kebun Binatang Surabaya. (Instagram/surabayazoo)

Kebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia yang berlokasi di Jalan Setail No. 1, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Melansir website resmi surabayazoo.co.id, tempat konservasi ini didirikan pada 31 Agustus 1916 oleh H.F.K. Kommer dengan nama Vereeniging Soerabaiasche Planten-en Dierentuin, yang berarti Kebun Botani dan Binatang Surabaya.

Pada awal berdirinya, kebun binatang ini berlokasi di kawasan Kaliondo sebelum dipindahkan ke daerah Groedo pada 1918 agar memiliki lahan yang lebih luas.

Seiring bertambahnya koleksi satwa, KBS kemudian menempati lokasi yang sekarang di kawasan Darmo, dan pada 1939 luas areanya telah berkembang hingga sekitar 15 hektare.

Kebun Binatang Surabaya terus berkembang sebagai lembaga konservasi sekaligus destinasi wisata edukasi.
Pada era 1970-an, KBS bahkan dikenal sebagai salah satu kebun binatang dengan koleksi satwa terlengkap di Asia Tenggara sebelum pengelolaannya kemudian beralih menjadi Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 19 Tahun 2012.

Hingga kini, KBS memiliki ratusan koleksi satwa dari berbagai belahan dunia yang dikelompokkan berdasarkan kelas mamalia, aves (burung), reptil, pisces (ikan), dan primata.

Load More