- Kasus dugaan korupsi mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya, Chairul Anwar, memicu perhatian terhadap kondisi satwa karena anggaran pakan dan pemeliharaan diduga disalahgunakan.
- Meski demikian, pihak KBS dan Wali Kota Surabaya memastikan operasional tetap berjalan normal serta koleksi satwa dalam kondisi sehat dan terawat.
- Berikut daftar hewan koleksi Kebun Binatang Surabaya beserta informasi mengenai kondisi satwa di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi dana pakan.
Suara.com - Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS), Chairul Anwar, menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkannya sebagai tersangka.
Chairul Anwar diduga menyalahgunakan anggaran operasional, termasuk dana pakan satwa, selama menjabat pada periode 2016 hingga 2024 dengan nilai kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp10,2 miliar.
Dugaan penyelewengan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kesejahteraan satwa yang menjadi koleksi Kebun Binatang Surabaya.
Penyidik menyebut anggaran yang semestinya digunakan untuk pakan dan pemeliharaan satwa diduga dialihkan untuk pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan, transaksi fiktif, hingga kepentingan pribadi.
Di tengah mencuatnya kasus tersebut, perhatian masyarakat juga tertuju pada kondisi hewan-hewan yang menghuni Kebun Binatang Surabaya.
Pihak KBS memastikan operasional tetap berjalan normal dan kebutuhan pakan satwa terus dipenuhi sesuai standar, meski kasus hukum terhadap mantan direkturnya masih berproses.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga menyebutkan bahwa koleksi hewan di KBS dalam kondisi yang terawat dan sehat pasca lengsernya Chairul Anwar pada tahun 2024 lalu.
Kebun Binatang Surabaya sendiri merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia yang memiliki ratusan spesies satwa dari berbagai belahan dunia.
Apa saja hewan yang menjadi koleksi Kebun Binatang Surabaya dan bagaimana kondisinya setelah kasus dugaan korupsi dana pakan satwa mencuat? Simak ulasan selengkapnya.
Baca Juga: Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa
Sejarah dan Koleksi Satwa di Kebun Binatang Surabaya
Kebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia yang berlokasi di Jalan Setail No. 1, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Melansir website resmi surabayazoo.co.id, tempat konservasi ini didirikan pada 31 Agustus 1916 oleh H.F.K. Kommer dengan nama Vereeniging Soerabaiasche Planten-en Dierentuin, yang berarti Kebun Botani dan Binatang Surabaya.
Pada awal berdirinya, kebun binatang ini berlokasi di kawasan Kaliondo sebelum dipindahkan ke daerah Groedo pada 1918 agar memiliki lahan yang lebih luas.
Seiring bertambahnya koleksi satwa, KBS kemudian menempati lokasi yang sekarang di kawasan Darmo, dan pada 1939 luas areanya telah berkembang hingga sekitar 15 hektare.
Kebun Binatang Surabaya terus berkembang sebagai lembaga konservasi sekaligus destinasi wisata edukasi.
Pada era 1970-an, KBS bahkan dikenal sebagai salah satu kebun binatang dengan koleksi satwa terlengkap di Asia Tenggara sebelum pengelolaannya kemudian beralih menjadi Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 19 Tahun 2012.
Hingga kini, KBS memiliki ratusan koleksi satwa dari berbagai belahan dunia yang dikelompokkan berdasarkan kelas mamalia, aves (burung), reptil, pisces (ikan), dan primata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
5 Pilihan Benda Pembawa Hoki di Meja Kerja Menurut Feng Shui, Biar Rezeki Lancar dan Tidak Stres
-
Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang
-
Wajib Kalahkan Kamboja, Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali
-
Putaran Cakung Ditutup! Truk Kontainer yang Sering Bikin Antrean Panjang Diminta ke Sini
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi
-
Buruh Tembakau Ancam Demo di Kemenkes Buntut Aturan Rokok Baru
-
Sibuk Membangun, Lupa Membenahi: Perlukah Universitas Republik Indonesia?
-
Tekad Jordi Amat Hajar Kamboja di Piala AFF 2026, Tak Sekadar Omong Kosong?