Lifestyle / Komunitas
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:50 WIB
Gunung Kawi (Wikimedia Commons)
Baca 10 detik
  • Mitos weton yang dilarang ke Gunung Kawi mencakup Wage dan Pahing.

  • Larangan weton yang dilarang ke Gunung Kawi dipicu oleh bentrok energi.

  • Mitos weton yang dilarang ke Gunung Kawi tidak memiliki bukti ilmiah.

Suara.com - Gunung Kawi di Jawa Timur sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata religi yang sarat dengan nuansa spiritual.

Namun di balik kemegahannya, beredar mitos di tengah masyarakat mengenai adanya weton-weton tertentu yang dilarang atau tidak dianjurkan berkunjung ke tempat ini.

Kabar ini seringkali membuat para calon peziarah atau wisatawan merasa was-was.

Melansir dari beberapa sumber, berikut ini weton yang mitosnya dilarang berkunjung ke Gunung Kawi.

Gunung Kawi (Wikimedia Commons/OGNelson9)

1. Weton Wage

Dalam tradisi lisan dan penafsiran sebagian praktisi Primbon Jawa, weton dengan pasaran Wage adalah yang paling sering dikaitkan dengan pantangan ini.

Berdasarkan kepercayaan tersebut, ada beberapa alasan mengapa pemilik weton Wage disarankan untuk lebih berhati-hati:

  • Ketidakcocokan Energi

Pemilik weton Wage diyakini memiliki karakter energi yang kurang selaras atau kurang harmonis dengan "aura" spiritual yang ada di kawasan Gunung Kawi.

  • Kepekaan Tinggi

Seseorang yang lahir pada pasaran Wage dipercaya memiliki tingkat kepekaan yang lebih tajam terhadap tempat-tempat sakral.

Baca Juga: Bedak Padat Pixy untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Cek Rekomendasi Shade Ini Biar Nggak Abu-abu

Energi mereka yang kuat dikhawatirkan akan bereaksi secara berlebihan saat bersentuhan dengan aura mistis di lokasi tersebut.

  • Potensi Keberuntungan

Di sisi lain, weton Wage sebenarnya membawa potensi keberuntungan besar, tapi dalam konteks ritual di Gunung Kawi, ketidakharmonisan energi ini dianggap bisa membawa dampak kurang baik jika tidak dibarengi dengan kehati-hatian ekstra.

2. Weton Pahing

Selain Wage, pasaran Pahing juga terkadang disebut-sebut dilarang berkunjung ke Gunung Kawi.

Sebagian sumber mengaitkannya dengan watak neptu Pahing yang dianggap "panas" dalam filosofi Jawa, sehingga dianggap kurang cocok berpadu dengan suasana meditasi dan tirakat yang kental di Gunung Kawi.

Selain 2 weton tersebut, beberapa kombinasi lain seperti Senin Pon, Selasa Kliwon, atau Jumat Legi sesekali muncul dalam narasi masyarakat sebagai hari yang perlu diwaspadai bagi pemiliknya untuk berkunjung.

Meski begitu, sebenarnya tidak ada larangan resmi untuk orang-orang dengan weton tersebut berkunjung ke Gunung Kawi.

Tidak ada ketentuan dalam ajaran agama mana pun yang membatasi kunjungan ke suatu tempat berdasarkan hari lahir atau weton.

Tidak ada pula penelitian ilmiah yang mampu membuktikan adanya hubungan antara nasib buruk seseorang setelah mengunjungi Gunung Kawi dengan weton yang mereka miliki.

Load More