Lifestyle / Komunitas
Selasa, 28 Juli 2026 | 18:29 WIB
Almeyda Nayara Tak Menyangka Hobi Membuat Konten Membuka Jalan ke Beasiswa. (Dok. Instagram/nayaslime18) •
Baca 10 detik
  • Pembuat konten digital Almeyda Nayara berhasil mendapatkan beasiswa kuliah melalui jalur BINUSFLUENCER Scholarship berkat kreativitasnya.
  • Rektor BINUS University Dr. Nelly menyatakan program beasiswa bertujuan mendukung talenta muda agar berkembang dalam ekosistem pembelajaran.
  • Data BPS mencatat Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi baru mencapai 31,45 persen di tengah target pemerintah sebesar 38,04 persen pada 2029.

Suara.com - Almeyda Nayara tidak pernah membayangkan hobi membuat konten di media sosial akan membawanya meraih beasiswa kuliah. Awalnya, ia hanya membagikan hal-hal yang disukainya di ruang digital. Namun, di balik setiap unggahan, ada satu kebiasaan yang selalu ia pegang: mengomunikasikan setiap langkah dan kesempatan kepada kedua orang tuanya.

Baginya, dukungan dan kepercayaan keluarga menjadi alasan untuk terus berkarya secara positif. Dari proses itulah, kreativitas yang semula hanya menjadi hobi perlahan membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.

"Saya memulai semuanya dari ketertarikan untuk membuat konten dan berbagi hal-hal yang saya sukai. Dalam menjalani proses tersebut, saya selalu mengomunikasikan setiap langkah dan kesempatan kepada orang tua. Dukungan, kepercayaan, dan restu dari mereka membuat saya semakin yakin untuk terus mengembangkan kreativitas secara positif," kata Almeyda.

BINUS University kembali menghadirkan BINUS Scholarship untuk perkuliahan tahun akademik 2027/2028, sebuah program beasiswa yang mendukung talenta muda Indonesia mengembangkan potensinya di berbagai bidang.

Almeyda merupakan salah satu penerima BINUSFLUENCER Scholarship. Ia mengaku tidak pernah menyangka aktivitas membuat konten akhirnya mengantarkannya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa.

"Saya tidak pernah menyangka bahwa perjalanan ini dapat membuka kesempatan bagi saya untuk memperoleh beasiswa. Bagi saya, kreativitas bukan hanya membuka peluang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi cara untuk menghadirkan konten yang positif, menginspirasi, dan memberikan dampak bagi lebih banyak orang," ujarnya.

Cerita Almeyda muncul di tengah masih terbatasnya akses pendidikan tinggi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi baru mencapai 31,45 persen, sementara pemerintah menargetkan meningkat menjadi 38,04 persen pada 2029. Artinya, masih banyak lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak talenta muda memiliki potensi, tetapi belum semua memperoleh kesempatan untuk mengembangkannya melalui pendidikan tinggi. Selain prestasi akademik, potensi di bidang olahraga, kepemimpinan, hingga kreativitas digital juga mulai menjadi jalur yang diperhitungkan dalam berbagai program beasiswa.

Salah satunya melalui BINUS Scholarship untuk tahun akademik 2027/2028. Program ini dirancang untuk mendukung talenta muda di berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, kreativitas digital, kepemimpinan, hingga kontribusi sosial.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan beasiswa tidak hanya dimaknai sebagai bantuan biaya pendidikan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang dalam ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Baca Juga: Wajib Dihindari! Ini 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa saat KKN

"BINUS Scholarship bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk bertumbuh dalam ekosistem pembelajaran yang relevan dengan masa depan. Kami ingin setiap mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan potensi akademik, karakter, kepemimpinan, dan kreativitas agar tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi Indonesia," ujarnya.

Melalui berbagai skema beasiswa tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi lebih banyak anak muda, sekaligus membuka ruang agar berbagai bentuk talenta—termasuk kreativitas digital—dapat berkembang menjadi bekal untuk berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Load More