Lifestyle / Female
Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:05 WIB
ilustrasi cushion (freepik/drobotdean)
Baca 10 detik
  • Wajah yang terlihat abu-abu setelah memakai cushion umumnya disebabkan oleh pemilihan shade, undertone, atau formula yang kurang sesuai dengan kulit.
  • Kondisi ini membuat hasil makeup tampak kusam, pucat, dan kurang menyatu dengan warna kulit asli.
  • Berikut penjelasan mengenai penyebab wajah menjadi abu-abu setelah memakai cushion beserta cara mengatasinya agar hasil makeup lebih natural.

Akibatnya, warna cushion dapat berubah beberapa saat setelah diaplikasikan sehingga wajah terlihat lebih kusam, keabu-abuan, atau bahkan menggelap.

4. Produksi minyak berlebih pada wajah

Kulit berminyak menghasilkan sebum yang lebih banyak, sehingga dapat mempercepat proses oksidasi pada cushion. Hal ini membuat warna makeup berubah lebih cepat dibandingkan saat pertama kali diaplikasikan.

5. Skin prep kurang tepat sebelum memakai cushion

Penggunaan skincare yang terlalu berat atau berbahan dasar minyak dapat memengaruhi daya lekat cushion dan mempercepat perubahan warna.

Membersihkan wajah, menggunakan pelembap yang sesuai, dan mengaplikasikan primer dapat membantu menciptakan permukaan kulit yang lebih stabil sebelum memakai cushion.

6. Formula cushion kurang cocok dengan jenis kulit

Tidak semua cushion memiliki formula yang sama untuk setiap jenis kulit. Pada kulit berminyak, cushion yang tidak memiliki formula tahan oksidasi atau oil control lebih berisiko berubah warna sehingga hasil akhirnya tampak abu-abu atau kusam setelah beberapa jam.

Solusi agar Muka Tak Jadi Abu-Abu saat Pakai Cushion

ilustrasi cushion (magnific/jcomp)

Wajah yang terlihat abu-abu setelah memakai cushion sebenarnya bisa dicegah dengan memilih produk dan teknik aplikasi yang tepat.

Baca Juga: Cushion Wardah yang Tahan Keringat untuk Olahraga Apa? Ini Review Dipakai Lari 5 Km

Selain memperhatikan shade, kondisi kulit sebelum makeup juga berpengaruh besar terhadap hasil akhir complexion agar tetap natural dan tidak kusam.

1. Pilih shade yang sesuai dengan warna kulit dan undertone

Hindari memilih cushion yang terlalu terang karena dapat membuat wajah tampak abu-abu setelah dipakai. Sebaiknya lakukan uji warna di area rahang agar hasilnya lebih mendekati warna kulit asli dan menyatu dengan leher.

2. Gunakan primer sebelum mengaplikasikan cushion

Primer membantu menciptakan lapisan pelindung antara kulit dan cushion sehingga minyak alami wajah tidak langsung bercampur dengan pigmen makeup. Cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko oksidasi dan membuat makeup lebih tahan lama.

3. Lakukan skin prep sesuai jenis kulit

Bersihkan wajah terlebih dahulu, lalu gunakan pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit sebelum memakai cushion. Untuk kulit berminyak, pilih skincare yang ringan agar produksi minyak tidak berlebihan dan tidak mempercepat perubahan warna cushion.

4. Pilih cushion dengan formula anti-oksidasi

Saat ini banyak cushion yang sudah dibekali teknologi oxidation-proof atau pigmen dengan lapisan khusus agar warnanya tetap stabil selama digunakan. Formula seperti ini membantu mengurangi perubahan warna akibat paparan udara, sebum, maupun keringat.

5. Aplikasikan cushion dalam lapisan tipis

Menggunakan cushion terlalu tebal dapat membuat makeup lebih mudah bergeser dan tampak cakey saat bercampur dengan minyak wajah. Sebaliknya, aplikasikan sedikit demi sedikit sambil ditepuk menggunakan puff agar hasilnya lebih merata dan natural.

6. Kunci makeup dengan bedak dan setting spray

Setelah cushion diaplikasikan, gunakan bedak tabur atau bedak transparan untuk membantu menyerap minyak berlebih. Jika diperlukan, semprotkan setting spray agar complexion lebih awet dan tidak mudah berubah warna sepanjang hari.

7. Kontrol produksi minyak di siang hari

Jika wajah mulai berminyak, gunakan kertas minyak (oil blotting paper) sebelum melakukan touch up. Langkah ini membantu mengurangi sebum berlebih tanpa merusak lapisan cushion sehingga wajah tetap segar dan tidak terlihat abu-abu.

Load More