Lifestyle / Female
Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:28 WIB
Brand Lokal di RE:DEFINE. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Byte Project menyelenggarakan pameran RE:DEFINE di Main Atrium PIK Avenue Jakarta pada tanggal 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.
  • Acara tersebut menghadirkan lebih dari 50 merek lokal dari berbagai sektor seperti fesyen, kecantikan, hingga makanan dan minuman.
  • Kegiatan ini bertujuan membantu merek lokal membangun identitas dan kesadaran konsumen melalui pengalaman kreatif secara langsung.

Suara.com - Industri kreatif Indonesia terus melahirkan brand lokal dengan karakter yang semakin beragam.

Tak lagi sekadar menawarkan produk, banyak merek kini mulai membangun identitas, pengalaman, dan cerita yang menjadi bagian penting dalam menarik perhatian konsumen.

Perkembangan tersebut terlihat dalam gelaran RE:DEFINE by LOKALMADE, curated lifestyle market yang menghadirkan lebih dari 50 brand lokal di bidang fashion, aksesori, beauty, lifestyle, hingga food and beverage.

Berlangsung pada 30 Juli-9 Agustus 2026 di Main Atrium PIK Avenue, Jakarta, acara ini menjadi ruang bagi berbagai brand lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menunjukkan karakter masing-masing kepada konsumen.

RE:DEFINE merupakan bagian ketiga dari rangkaian LOKALMADE yang diinisiasi Byte Project. Mengusung tema "RE:DEFINE", acara ini membawa gagasan tentang bagaimana brand lokal terus berkembang mengikuti perubahan industri kreatif dan gaya hidup masyarakat.

Perubahan tersebut terlihat dari cara brand lokal membangun identitas. Jika sebelumnya produk mungkin menjadi fokus utama, kini konsumen juga semakin memperhatikan cerita di balik sebuah brand, kualitas, desain, hingga pengalaman yang ditawarkan.

Founder Byte Project, Theo Derick, mengatakan perkembangan tersebut membuat sebuah bazaar tidak lagi cukup jika hanya menjadi tempat transaksi antara penjual dan pembeli.

"Di Byte Project kami percaya bahwa sebuah bazaar tidak lagi hanya menjadi tempat untuk berjualan. Hari ini, event harus mampu menjadi platform yang membantu brand membangun awareness, memperkenalkan identitasnya," ujar Theo.

Ketika Brand Lokal Bertemu Fashion dan Lifestyle

Baca Juga: Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya

RE:DEFINE juga mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan perkembangan fashion dan lifestyle.

Tak hanya brand owner dan konsumen, acara ini mempertemukan pelaku industri kreatif, content creator, fashion enthusiast, hingga masyarakat umum.

Tahun ini, Byte Project menggandeng fashion stylist sekaligus creative director Indonesia, Aquinaldo Adrian, untuk menghadirkan perspektif kreatif dalam gelaran tersebut.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memberikan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga membuka ruang bagi pengunjung untuk melihat perkembangan brand lokal dari sisi kreativitas dan gaya.

Bagi brand yang sedang berkembang, kehadiran di ruang offline juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen.

Di tengah dominasi perdagangan digital dan media sosial, pengalaman bertemu secara langsung dapat menjadi bagian dari cara sebuah brand membangun hubungan dan memperkuat identitasnya.

RE:DEFINE sendiri berlangsung hingga 9 Agustus 2026. Dengan menggabungkan fashion, beauty, lifestyle, aksesori, serta kuliner, gelaran ini menjadi salah satu ruang untuk melihat bagaimana brand lokal Indonesia terus mencari bentuk baru di tengah industri kreatif yang semakin dinamis.

Lebih dari sekadar tempat berbelanja, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem brand lokal kini bergerak ke arah yang lebih beragam: bukan hanya menjual produk, tetapi juga menjual identitas, kreativitas, dan pengalaman.

Load More