Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi rundown Malam Tirakatan 17 Agustus (freepik)
Baca 10 detik
  • Masyarakat kerap menggelar tradisi malam tirakatan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk menghormati pahlawan.
  • Panitia perlu menyiapkan rundown acara agar seluruh kegiatan malam tirakatan dapat berjalan dengan tertib.
  • Artikel menyediakan lima contoh susunan acara malam tirakatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan.

18.30–18.45: Kedatangan peserta
18.45–18.50: Pembukaan
18.50–19.00: Menyanyikan Indonesia Raya
19.00–19.15: Sambutan kepala sekolah
19.15–19.30: Pembacaan kisah perjuangan
19.30–19.45: Penampilan siswa
19.45–20.00: Renungan kemerdekaan
20.00–20.15: Doa bersama
20.15–20.30: Pemotongan tumpeng
20.30–21.00: Makan bersama
21.00: Penutupan

Kegiatan dapat dibuat lebih menarik dengan lomba membaca puisi perjuangan atau pertunjukan seni bertema nasionalisme.

5. Rundown Tirakatan dengan Hiburan

Bagi panitia yang ingin menggabungkan kegiatan reflektif dengan hiburan, susunan acara berikut dapat menjadi alternatif.

19.00–19.15: Registrasi peserta
19.15–19.20: Pembukaan
19.20–19.30: Menyanyikan lagu kebangsaan
19.30–19.45: Sambutan panitia
19.45–20.00: Sambutan tokoh masyarakat
20.00–20.15: Doa dan renungan kemerdekaan
20.15–20.30: Pemotongan tumpeng
20.30–21.15 Pertunjukan seni dan hiburan warga
21.15–21.45: Makan bersama
21.45–22.00: Pengumuman dan penutup

Rundown tersebut bukan aturan baku sehingga panitia dapat mengubah waktu, menambah kegiatan, atau mengurangi sesi yang dianggap kurang relevan.

Hal terpenting adalah memastikan kegiatan tetap memiliki ruang untuk doa, penghormatan terhadap jasa pahlawan, kebersamaan warga, serta hiburan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.

Dengan susunan acara yang jelas, malam tirakatan dapat berlangsung lebih terarah sekaligus tetap menghadirkan suasana hangat dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Load More