- World Economic Forum memprediksi 86 persen perusahaan bertransformasi karena AI hingga tahun 2030 mendatang.
- Prudential Indonesia menggelar program AI Week pada Juli hingga September 2026 untuk melatih literasi karyawan.
- Pradeep Grewal menyatakan AI berfungsi membantu efisiensi kerja manusia, bukan menggantikan peran serta empati mereka.
Suara.com - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tak lagi sekadar menjadi teknologi pelengkap. Di berbagai industri, AI mulai mengubah cara perusahaan bekerja, mengambil keputusan, hingga melayani pelanggan. Perubahan ini pun menuntut keterampilan baru dari para pekerja.
Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memperkirakan sekitar 86 persen perusahaan akan mengalami transformasi akibat perkembangan AI dan teknologi hingga 2030. Artinya, kemampuan memanfaatkan AI perlahan menjadi kompetensi yang dibutuhkan di hampir semua bidang pekerjaan.
Namun, para ahli menilai transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi. Faktor yang paling menentukan justru kesiapan sumber daya manusia untuk memahami, mengoperasikan, dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.
Chief Digital and Technology Officer Prudential Indonesia, Pradeep Grewal, mengatakan AI seharusnya dipandang sebagai alat yang membantu manusia bekerja lebih efektif, bukan menggantikan peran manusia.
"Kami percaya AI memiliki potensi besar untuk membantu manusia bekerja lebih efektif dan menciptakan solusi yang lebih baik bagi masyarakat. Namun, teknologi hanyalah instrumen pendukung. Yang terpenting adalah bagaimana manusia menggunakannya secara bijak untuk memberikan dampak positif," ujar Pradeep.
Menurutnya, kemampuan menggunakan AI akan semakin penting karena teknologi tersebut dapat membantu mempercepat analisis data, meningkatkan produktivitas, hingga menyederhanakan proses kerja yang sebelumnya memakan waktu.
Keterampilan AI Mulai Jadi Investasi Perusahaan
Perubahan kebutuhan dunia kerja membuat banyak perusahaan mulai mengalokasikan investasi untuk meningkatkan literasi AI karyawannya.
Salah satunya dilakukan Prudential Indonesia melalui program AI Week, yang berlangsung selama Juli hingga September 2026. Program ini berisi pelatihan, diskusi bersama pakar teknologi, hingga mini hackathon yang melibatkan puluhan karyawan dari berbagai divisi untuk mencari solusi berbasis AI terhadap tantangan bisnis.
Baca Juga: Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah
Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa penguasaan AI tidak lagi hanya relevan bagi programmer atau divisi teknologi informasi. Fungsi pemasaran, layanan pelanggan, operasional, hingga sumber daya manusia juga mulai memanfaatkan teknologi tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.
Selain meningkatkan efisiensi, AI dinilai mampu membantu karyawan mengambil keputusan lebih cepat berdasarkan analisis data yang lebih akurat.
Sentuhan Manusia Tetap Dibutuhkan
Meski AI berkembang pesat, banyak perusahaan menilai teknologi tersebut tidak dapat menggantikan aspek-aspek yang membutuhkan empati, kreativitas, maupun pertimbangan etis.
Chief Marketing & Customer Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan keseimbangan antara otomatisasi dan sentuhan manusia menjadi hal penting dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.
Menurutnya, AI dapat membantu menyederhanakan proses dan menghadirkan layanan yang lebih relevan, tetapi keputusan akhir dan hubungan dengan pelanggan tetap membutuhkan peran manusia.
Karena itu, pengembangan keterampilan AI tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada bagaimana pekerja mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Ke depan, pekerja yang mampu berkolaborasi dengan teknologi diperkirakan akan memiliki daya saing lebih tinggi dibanding mereka yang hanya mengandalkan pengalaman kerja tanpa mengikuti perkembangan digital.
Di tengah percepatan transformasi tersebut, belajar memahami AI tampaknya bukan lagi pilihan, melainkan bagian dari keterampilan dasar yang semakin dibutuhkan di dunia kerja modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok