- Dokter Tirta menyarankan pelari berbadan gemuk menggunakan sepatu dengan bantalan penuh untuk melindungi lutut dari beban berlebih.
- Pemilihan sepatu lari wajib mempertimbangkan faktor kenyamanan, stabilitas, ukuran, serta karakter kaki masing-masing pengguna secara tepat.
- Terdapat beberapa pilihan merek lokal dan internasional seperti Ortuseight, Mills, ASICS, serta HOKA yang direkomendasikan untuk pelari gemuk.
2. Mills Enermax Full Cushion
Mills Enermax Full Cushion juga termasuk rekomendasi lokal yang pernah disebut Dokter Tirta.
Sesuai namanya, model ini mengutamakan bantalan untuk memberikan rasa nyaman ketika kaki menerima beban berulang.
Bagi pelari berbadan besar yang baru mulai berolahraga, karakter full cushion dapat menjadi salah satu pertimbangan, terutama jika sepatu akan digunakan untuk jogging atau easy run.
Namun, pastikan ukuran dan bentuk sepatu benar-benar sesuai dengan kaki sebelum membeli.
3. Unerd Sombra
Unerd Sombra menjadi pilihan lokal lainnya dalam rekomendasi Dokter Tirta.
Model ini menawarkan konstruksi yang relatif tebal dengan fokus pada kenyamanan. Sombra dapat dipertimbangkan untuk pelari pemula yang membutuhkan sepatu dengan rasa empuk untuk aktivitas lari ringan.
Ketiga rekomendasi lokal tersebut menjadi populer karena menawarkan alternatif sepatu full cushion dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sebagian model global.
Baca Juga: Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula
4. ASICS Novablast 4
Seri Novablast dikenal sebagai sepatu lari dengan karakter cushioning yang nyaman dan responsif. Model ini dapat digunakan untuk latihan sehari-hari maupun lari dengan jarak tertentu.
Namun, karena Novablast 4 bukan model terbaru pada 2026, calon pembeli yang mengutamakan teknologi generasi terkini dapat mempertimbangkan lini ASICS yang lebih baru.
5. New Balance Fresh Foam
New Balance memiliki berbagai model yang menggunakan teknologi Fresh Foam.
Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan rasa empuk pada pijakan. Salah satu model yang pernah muncul dalam rekomendasi untuk pelari berbadan besar adalah Fresh Foam Arishi.
Untuk pembeli pada 2026, sebaiknya tidak hanya terpaku pada nama seri lama. Lihat pula generasi Fresh Foam yang sedang tersedia karena spesifikasi dan konstruksi dapat berubah antar-generasi.
6. 910 Hiroshi 2.0
910 Hiroshi 2.0 menarik bagi pelari yang mencari sepatu lokal dengan karakter max-cushion.
Berdasarkan informasi pada laman resmi 910, Hiroshi 2.0 dirancang untuk easy run dan recovery. Bagian midsole menggunakan SwiftFoam, sedangkan outsole memakai Rubber Tech Outsole dengan karakter high traction untuk permukaan jalan.
Karakter tersebut membuat Hiroshi 2.0 layak dipertimbangkan oleh pelari berbadan besar yang lebih banyak melakukan easy run daripada mengejar kecepatan.
Harga yang tercantum di laman resmi 910 saat artikel ini disusun adalah sekitar Rp699.900, meski harga dan ketersediaan dapat berubah.
7. ASICS GEL-NIMBUS 28 Nature Bathing
Jika mencari sepatu dari merek global dengan fokus pada cushioning, ASICS GEL-NIMBUS 28 dapat menjadi alternatif.
ASICS memperkenalkan GEL-NIMBUS 28 pada Januari 2026 sebagai generasi terbaru lini Nimbus. Seri ini memang sejak awal dikenal sebagai salah satu lini ASICS yang menitikberatkan kenyamanan dan cushioning.
Varian Nature Bathing bisa dipilih jika tersedia di pasar atau toko resmi. Namun, warna bukan faktor utama dalam menentukan apakah sebuah sepatu cocok untuk pelari berbadan besar. Yang lebih penting adalah ukuran, fit, kenyamanan, dan respons sepatu ketika digunakan.
8. HOKA Bondi 9
HOKA Bondi 9 merupakan salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan bagi pencari sepatu dengan cushioning tebal.
Model ini mempunyai karakter max-cushion yang membuatnya populer untuk aktivitas yang membutuhkan kenyamanan di bawah kaki. Bondi 9 juga dapat digunakan untuk road running dengan karakter yang lebih mengutamakan kenyamanan dibandingkan kecepatan.
Namun, jangan membeli Bondi 9 hanya karena solnya terlihat tebal. Pelari tetap perlu mencoba apakah bentuk midsole, heel, dan toe box sesuai dengan kaki.
9. Ortuseight Hypersonic 2.0
Bagi yang ingin tetap menggunakan brand lokal, Ortuseight Hypersonic 2.0 dapat menjadi alternatif generasi lebih baru.
Model ini berada di kelas performa yang berbeda dibandingkan Hyperblast 2.0. Karena itu, pembeli perlu menentukan terlebih dahulu apakah sepatu akan digunakan untuk jogging santai atau latihan dengan target pace tertentu.
Untuk pelari berbadan besar yang baru mulai olahraga, cushioning dan kenyamanan sebaiknya tetap menjadi prioritas dibandingkan mengejar sepatu berorientasi kecepatan.
10. Mills Enermax Cushion M2
Mills Enermax Cushion M2 menjadi alternatif lokal lain yang bisa dilirik.
Menurut laman resmi Mills, Enermax Cushion M2 dirancang untuk aktivitas lari sekitar 30 hingga 90 menit di lintasan umum atau treadmill. Model tersebut direkomendasikan untuk easy run, recovery run, dan long run hingga sekitar 10 kilometer.
Harga yang tercantum di laman resmi Mills saat penelusuran adalah Rp419.300 dari harga normal Rp599.000, tetapi status stok dan harga dapat berubah sewaktu-waktu.
Karakter tersebut membuatnya menarik bagi pelari pemula yang lebih banyak melakukan latihan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Berita Terkait
-
Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula
-
Kaki Sering Nyeri saat Lari? Ini 5 Sepatu Stability Terbaik untuk Kaki Overpronasi
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Specs Murah dan Awet, Cocok untuk Easy Run hingga Half Marathon
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Nike Terbaik untuk Daily Run, Nyaman dan Empuk
-
6 Sepatu Lari Nike Pegasus Termurah Seri Apa? Ini Daftar Harga Terbaru dan Perbedaannya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?