- KIPRUN meluncurkan sepatu lari jalan raya Kipstorm Tempo seharga Rp1.899.000 untuk kebutuhan latihan kecepatan hingga jarak half marathon.
- Sepatu seberat 224 gram ini menggunakan busa FASTECH+ serta midsole CMEVA untuk memberikan pantulan responsif tanpa pelat karbon kaku.
- Pelari Joshua Tobing sukses menyelesaikan long run sejauh 20 kilometer menggunakan sepatu tersebut dengan rata-rata pace 4:42 per kilometer.
Suara.com - Memilih sepatu lari untuk sesi tempo membutuhkan pertimbangan lebih dari sekadar tampilan.
Salah satu sepatu lari tempo run yang cukup mencuri perhatian adalah KIPRUN Kipstorm Tempo.
Sepatu lari ini hadir sebagai sepatu lari jalan raya yang dirancang untuk latihan tempo, interval, hingga perlombaan dengan jarak maksimal half marathon.
Karakter tersebut membuat Kipstorm Tempo menarik untuk pelari yang ingin meningkatkan pace tanpa langsung menggunakan sepatu dengan pelat karbon yang cenderung terasa lebih agresif.
Detail Sepatu Lari KIPRUN Kipstorm Tempo
KIPRUN Kipstorm Tempo merupakan sepatu lari untuk permukaan jalan raya yang mengutamakan kecepatan dan responsivitas.
KIPRUN menempatkan sepatu ini untuk kebutuhan tempo run, threshold run, interval jarak pendek hingga panjang, serta perlombaan sampai half marathon.
Salah satu komponen utama Kipstorm Tempo adalah busa FASTECH+ yang dirancang untuk memberikan pantulan responsif sekaligus membantu meredam benturan ketika kaki mendarat.
Midsole menggunakan konstruksi dual-density dengan lapisan CMEVA yang berfungsi memberikan efek seperti pelat untuk membantu menghasilkan dorongan tanpa karakter kaku seperti sepatu berpelat karbon.
Sepatu ini memiliki stack 45 mm di bagian belakang dan 37 mm di bagian depan dengan drop 8 mm.
Baca Juga: Skintific 5X Ceramide Moisture Gel untuk Kulit Apa Saja? Cek Review Jujur Pengguna Ini
Bobot yang tercantum di laman resmi KIPRUN mencapai 7,9 ons atau sekitar 224 gram untuk ukuran 9 pria, sehingga tetap tergolong ringan untuk sepatu yang menawarkan bantalan cukup tebal.
Bagian atas menggunakan konstruksi Sockfit tanpa lidah sepatu konvensional. Desain tersebut dibuat untuk membungkus kaki secara lebih rapat sehingga memberikan rasa terkunci ketika pelari meningkatkan kecepatan.
KIPRUN juga menyebut konstruksi ini menggunakan upper rajut tanpa jahitan untuk membantu mengurangi potensi gesekan dan titik tekanan pada kaki.
Dari sisi stabilitas, Kipstorm Tempo termasuk sepatu neutral karena tidak menggunakan teknologi khusus untuk mengontrol pronasi. Artinya, sepatu ini memungkinkan gerakan kaki berlangsung secara alami ketika berlari.
Dikutip dari laman resmi Decathlon, KIPRUN Kipstorm Tempo dijual seharga Rp1.899.000. Sepatu lari ini tersedia untuk ukuran 40 hingga 46.
Review Sepatu Lari KIPRUN Kipstorm Tempo
Secara karakter, Kipstorm Tempo lebih cocok dipandang sebagai sepatu untuk mengejar kecepatan daripada sepatu daily trainer yang ditujukan untuk seluruh jenis sesi lari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan
-
Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut
-
Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG
-
Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?
-
Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong
-
Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA
-
Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru
-
Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun
-
Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi
-
Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi