Lifestyle / Komunitas
Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB
Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish! (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • GMC Active dan Singapore Tourism Board menghadirkan program latihan tiga bulan menuju BYD Singapore International Marathon 2026.
  • Rangkaian kegiatan persiapan bagi pelari Indonesia ini dijadwalkan akan dimulai di Jakarta pada September 2026 mendatang.
  • Ajang utama BYD Singapore International Marathon tersebut rencananya akan diselenggarakan di Singapura pada 4-6 Desember 2026.

Suara.com - Mengikuti marathon internasional bukan hanya soal memiliki tiket dan datang ke garis start. Bagi pelari, persiapan fisik, mental, hingga kemampuan mengatur strategi saat lomba menjadi bagian penting agar pengalaman berlari di negara lain tetap menyenangkan dan aman.

Apalagi bagi pelari yang baru pertama kali mengikuti race internasional. Perbedaan cuaca, suasana lomba, jumlah peserta, hingga karakter lintasan bisa menjadi tantangan tersendiri. 

Untuk itu, latihan yang dilakukan secara terstruktur sejak beberapa bulan sebelum race dapat membantu pelari lebih siap menghadapi hari perlombaan. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam program perjalanan lari menuju BYD Singapore International Marathon (SGIM) 2026. 

GMC Active, perusahaan sports marketing asal Indonesia, bekerja sama dengan Singapore Tourism Board dan SGIM untuk menghadirkan journey yang memadukan slot race, latihan, serta pengalaman komunitas.

Program tersebut menggandeng Lesnois sebagai mitra media GMC Active dan komunitas resmi. Peserta nantinya mendapatkan program latihan selama tiga bulan bersama Coach Valast untuk kategori 10K, Half Marathon, hingga Full Marathon.

“Banyak pelari Indonesia yang punya mimpi ikut marathon internasional, tapi ragu karena belum tahu harus mulai dari mana, terutama dari segi persiapan. Kami ingin pelari Indonesia merasa didampingi dari hari pertama latihan sampai mereka finish di Singapura,” ujar Natasha Pardede, Direktur Utama GMC Active.

Menurut Natasha, persiapan menjadi bagian penting karena perjalanan menuju race seharusnya tidak berhenti pada pembelian tiket atau slot lomba. Pelari perlu memiliki waktu untuk membangun stamina, memahami kemampuan tubuh, sekaligus menentukan target yang realistis.

Pendekatan tersebut juga membuat pengalaman mengikuti marathon internasional terasa lebih inklusif. Pelari pemula tidak harus langsung mengejar waktu terbaik, tetapi dapat menjadikan race sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menikmati pengalaman baru.

Selain latihan rutin, program Journey SGIM 2026 bersama GMC Active dan Lesnois juga menghadirkan agenda lari komunitas melalui BUNKR Collective Run serta sesi persiapan sebelum keberangkatan. 

Baca Juga: Makin Serius Menekuni Lari? Inovasi Terbaru Ini Layak Dilirik

Enam sosok yang disebut Cult Leaders turut dilibatkan untuk mendampingi peserta dengan tingkat pengalaman yang berbeda.

Rangkaian perjalanan tersebut dijadwalkan dimulai pada September 2026 di Jakarta dan berlangsung selama tiga bulan sebelum peserta berangkat ke Singapura pada Desember.

Sementara itu, BYD Singapore International Marathon 2026 akan digelar pada 4-6 Desember 2026. Event ini memiliki sejumlah kategori, mulai dari Kids Dash, 5K, 10K, Half Marathon, hingga Marathon. 

Pilihan tersebut membuat SGIM tidak hanya menyasar pelari berpengalaman, tetapi juga keluarga dan masyarakat yang ingin mulai mengenal olahraga lari.

Bagi pelari Indonesia, Singapura juga menawarkan keuntungan tersendiri sebagai destinasi race. Jarak yang relatif dekat membuat perjalanan lebih mudah direncanakan, sekaligus memungkinkan peserta menggabungkan olahraga dengan aktivitas wisata.

Melalui program ini, GMC Active dan Lesnois mencoba membawa perspektif bahwa mengikuti race internasional bukan sekadar mengejar medali. Ada proses panjang yang dimulai dari latihan, membangun konsistensi, mengenali kemampuan diri, hingga akhirnya berdiri di garis start.

Dengan persiapan yang matang, perjalanan menuju marathon pun dapat menjadi pengalaman yang lebih bermakna, bukan hanya tentang seberapa cepat mencapai garis finis, tetapi juga tentang perjalanan yang dilalui untuk sampai ke sana.

Load More