Lifestyle / Female
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:05 WIB
ilustrasi cushion (Pexels/pedro furtado)
Baca 10 detik
  • Pengguna cushion di iklim tropis sering mengalami perubahan tekstur produk menjadi terlalu pekat atau terlalu cair.
  • Tekstur pekat dapat diatasi dengan mencampur pelembap, menghangatkan produk, atau menggunakan teknik tepuk-tepuk lembut.
  • Tekstur cair dapat diperbaiki dengan pengeringan ringan, pencampuran bedak tabur, atau pengocokan kemasan secara lembut.

Suara.com - Pernahkah kamu membuka cushion favoritmu dan langsung merasa kecewa karena teksturnya berubah? Satu hari terasa terlalu pekat dan susah di-blend, di hari lain justru terlalu cair dan hampir seperti air. Masalah ini sangat umum dialami banyak pengguna cushion, terutama di iklim tropis seperti Indonesia yang lembap dan panas.

Perubahan tekstur cushion bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari suhu penyimpanan, usia produk, hingga cara kita menggunakannya sehari-hari. Cushion yang terlalu pekat cenderung membuat hasil makeup terlihat cakey dan tidak natural, sementara yang terlalu cair sering kali kurang memberikan coverage dan mudah luntur.

Banyak orang langsung membuang cushion yang teksturnya sudah berubah, padahal sebenarnya masih bisa diselamatkan dengan beberapa trik sederhana. Dengan sedikit pengetahuan dan teknik yang tepat, kamu bisa mengembalikan performa cushion agar kembali nyaman dipakai.

Sebelum masuk ke daftar solusi, penting untuk memahami bahwa setiap merek dan formula cushion memiliki karakteristik berbeda. Ada yang berbasis air, ada yang berbasis silikon, sehingga cara penanganannya pun bisa sedikit berbeda.

Namun prinsip dasarnya tetap sama: menjaga keseimbangan tekstur agar aplikasi tetap smooth dan hasilnya flawless.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang akan kami bagikan, kamu tidak hanya bisa memperbaiki cushion yang bermasalah, tetapi juga belajar cara merawatnya agar awet dan tetap stabil dalam jangka panjang.

1. Atasi Cushion yang Terlalu Pekat dengan Mixing Technique

Ketika cushion terasa terlalu kental atau pekat, cara paling efektif adalah mencampurkannya dengan pelembap atau primer wajah. Ambil sedikit cushion di punggung tangan, lalu campur dengan 1-2 tetes pelembap ringan atau hydrating primer.

Aduk hingga merata menggunakan jari atau spatula kecil. Teknik ini akan membuat tekstur lebih cair dan mudah di-blend tanpa mengurangi coverage secara drastis. Hasilnya biasanya lebih natural dan tidak mudah crack di area kering.

2. Hangatkan Cushion Sebelum Digunakan

Cushion yang disimpan di tempat dingin sering menjadi lebih kental. Sebelum memakai, tutup kembali packaging-nya dan genggam di telapak tangan selama 1-2 menit agar sedikit menghangat.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Cushion Anti Aging untuk Wanita Usia 30 dan 40 Tahun

Suhu tubuh akan membantu formula menjadi lebih mudah diaplikasikan. Hindari menaruh cushion di dekat AC atau di dalam kulkas dalam waktu lama karena suhu rendah mempercepat pengentalan.

3. Gunakan Teknik Stippling yang Tepat

Untuk cushion pekat, jangan langsung digesek di wajah. Gunakan teknik stippling (tepuk-tepuk lembut) dengan sponge yang sudah dibasahi.

Sponge basah membantu memecah formula yang kental dan membuat hasil lebih thin dan merata. Pastikan sponge tidak terlalu basah agar tidak mengurangi daya tahan makeup.

4. Atasi Cushion yang Terlalu Cair dengan Pengeringan Ringan

Jika cushion justru terlalu encer, biarkan packaging terbuka di tempat sejuk selama 10-15 menit agar sedikit menguap. Jangan terlalu lama agar tidak mengering total.

Cara lain yang lebih aman adalah mencampurkan sedikit bedak tabur atau powder foundation ke dalam formula di punggung tangan sebelum diaplikasikan. Ini akan menambah ketebalan dan coverage tanpa membuatnya cakey.

5. Kocok Packaging dengan Benar

Banyak cushion yang formula air dan pigmennya terpisah setelah disimpan lama. Biasakan mengocok packaging secara lembut selama 10-15 detik sebelum dibuka. Gerakan horizontal lebih baik daripada vertikal agar tidak menghasilkan terlalu banyak gelembung udara.

Load More