- Praktik mencampur sunscreen dan foundation di tangan dapat menurunkan efektivitas SPF serta merusak lapisan pelindung kulit.
- Dermatolog memperingatkan bahwa kebiasaan tersebut membuat kulit rentan mengalami penuaan dini, hiperpigmentasi, dan risiko kanker kulit.
- Ahli menyarankan agar menggunakan sunscreen secara terpisah hingga merata sebelum mengaplikasikan foundation di atasnya.
Suara.com - Banyak orang yang ingin menyederhanakan rutinitas makeup pagi hari. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah mencampur sunscreen dan foundation langsung di punggung tangan sebelum dioleskan ke wajah. Cara ini terasa praktis, hemat waktu, dan seolah-olah memberikan hasil yang lebih merata.
Di media sosial, terutama TikTok dan Instagram, tren “SPF cocktailing” atau mencampur produk pelindung sinar matahari dengan makeup sering muncul. Banyak yang mengklaim hasilnya lebih natural dan tidak lengket.
Namun, apakah praktik mencampur sunscreen dan foundation ini benar-benar aman bagi kulit? Pertanyaan ini semakin relevan di Indonesia yang memiliki intensitas sinar matahari tinggi sepanjang tahun.
Perlindungan UV yang maksimal sangat penting untuk mencegah penuaan dini, hiperpigmentasi, dan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, memahami dampak mencampur kedua produk ini menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Artikel ini akan membahas secara mendalam apakah mencampur sunscreen dan foundation di tangan berbahaya, alasan ilmiah di baliknya, serta cara yang lebih aman untuk mendapatkan kulit terlindungi sekaligus rapi.
Mengapa Mencampur Sunscreen dan Foundation Bisa Bermasalah?
Sunscreen dirancang dengan formula khusus agar membentuk lapisan film pelindung yang merata di permukaan kulit.
Formula ini diuji laboratorium dengan takaran tertentu (sekitar 2 mg per sentimeter persegi) untuk mencapai nilai SPF yang tertera di kemasan. Ketika dicampur dengan foundation, konsentrasi filter UV menjadi encer.
Pencampuran di tangan sering kali tidak merata secara mikroskopis. Meski terlihat homogen, distribusi bahan aktif sunscreen bisa tidak seragam.
Akibatnya, muncul “lubang-lubang” kecil di lapisan pelindung. Bagian kulit yang tidak tertutup filter UV dengan baik tetap rentan terhadap sinar UVA dan UVB.
Baca Juga: Ciri-Ciri Sunscreen Palsu yang Wajib Dikenali, Jangan Sampai Salah Beli
Dermatolog dari berbagai sumber menjelaskan bahwa mencampur produk bisa menurunkan efektivitas SPF secara signifikan. Misalnya, sunscreen SPF 40 yang dicampur foundation bisa turun menjadi setara SPF 20 atau lebih rendah.
Bahan-bahan di foundation seperti minyak, emulsifier, atau pigmen juga berpotensi mengganggu stabilitas filter UV, terutama pada sunscreen kimia.
Dampak Jangka Pendek dan Panjang
Dalam jangka pendek, kulit mungkin terlihat lebih flawless karena foundation menyamarkan noda.
Namun, perlindungan terhadap sinar matahari justru berkurang. Hasilnya, kulit lebih mudah terbakar, mengalami kemerahan, atau timbul flek hitam setelah terpapar matahari.
Jangka panjang, paparan UV yang tidak terlindungi maksimal mempercepat kerusakan kolagen, memicu kerutan, dan meningkatkan risiko masalah kulit serius.
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka “merasa aman” padahal sebenarnya kurang terlindungi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Kericuhan Pecah di Malam Hari Usai Demo 27 Agustus
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata