Lifestyle / Komunitas
Kamis, 03 September 2026 | 10:43 WIB
ilustrasi weton (magnific/pikisuperstar)
Baca 10 detik
  • Tradisi Jawa menggunakan perhitungan neptu weton dari hari lahir dan pasaran untuk menentukan arah rezeki.
  • Kitab primbon memberikan panduan nilai neptu dan arah mata angin yang dianggap paling menguntungkan bagi seseorang.
  • Masyarakat dapat memanfaatkan informasi arah rezeki tersebut sebagai panduan praktis dalam merencanakan lokasi usaha.

Suara.com - Dalam tradisi Jawa, rezeki tidak hanya dianggap sebagai hasil kerja keras semata, tetapi juga dipengaruhi oleh keselarasan antara diri seseorang dengan alam semesta. Salah satu panduan yang masih dipegang banyak orang hingga kini adalah perhitungan neptu weton lahir.

Weton merupakan kombinasi hari lahir (Senin hingga Minggu) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap kombinasi memiliki nilai neptu tertentu yang dipercaya mencerminkan karakter, peluang, hingga arah datangnya rezeki.

Banyak yang percaya bahwa dengan mengetahui arah rezeki sesuai weton, seseorang bisa lebih fokus dalam berusaha, baik saat memilih lokasi usaha, merantau, maupun menentukan arah perjalanan bisnis. Arah ini biasanya merujuk pada penjuru mata angin seperti timur, selatan, barat, atau utara.

Meski demikian, primbon tetap menekankan bahwa perhitungan ini bersifat panduan filosofis, bukan jaminan mutlak. Usaha, doa, dan niat baik tetap menjadi faktor utama yang menentukan kelancaran rezeki.

Pengetahuan tentang arah rezeki berdasarkan weton sudah diwariskan secara turun-temurun melalui kitab primbon. Orang tua atau sesepuh sering menyarankan anaknya untuk “mencari rezeki ke arah tertentu” sesuai hitungan kelahiran.

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah mulai dari menghitung neptu, menentukan weton, hingga mencocokkan arah rezeki yang dipercaya paling menguntungkan. Dengan memahami panduan ini, diharapkan Anda bisa memanfaatkan kearifan lokal Jawa untuk mendukung usaha dan kehidupan sehari-hari.

ilustrasi weton tulang wangi (magnific/pikisuperstar)

1. Kenali Nilai Neptu Hari dan Pasaran

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengetahui nilai neptu hari lahir dan pasaran. Berikut daftar nilai yang umum digunakan dalam primbon Jawa:

  • Hari: Minggu (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9).
  • Pasaran: Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8).

Neptu weton dihitung dengan menjumlahkan kedua nilai tersebut. Contoh: seseorang lahir pada Senin Kliwon memiliki neptu 4 + 8 = 12.

Pastikan Anda mengetahui hari dan pasaran lahir dengan tepat, biasanya bisa dicek melalui kalender Jawa atau aplikasi primbon. Nilai neptu ini menjadi dasar utama untuk menganalisis arah rezeki.

Baca Juga: 7 Weton Paling Sakral dan Memiliki Intuisi Tajam, Apa Kamu Iya?

2. Tentukan Weton Lengkap Anda

Setelah mendapat neptu, sebutkan weton secara lengkap, misalnya “Kamis Pahing” atau “Sabtu Legi”. Setiap weton memiliki ramalan arah rezeki yang berbeda.

Menurut Kitab Primbon Lengkap, beberapa contoh arah rezeki berdasarkan weton antara lain:

  • Jumat Legi: Barat dan Utara
  • Sabtu Pahing: Selatan dan Utara
  • Minggu Pon: Timur dan Barat
  • Senin Wage: Utara dan Timur
  • Selasa Kliwon: Timur dan Selatan
  • Rabu Legi: Utara dan Selatan
  • Kamis Pahing: Timur dan Barat

Dan seterusnya untuk seluruh kombinasi. Beberapa sumber juga mengelompokkan weton ke dalam arah dominan seperti Timur-Barat, Selatan-Utara, Barat-Selatan, dan sebagainya. Cocokkan weton Anda dengan daftar lengkap di primbon terpercaya agar hasilnya lebih akurat.

3. Cocokkan dengan Arah Mata Angin yang Direkomendasikan

Setelah mengetahui weton, gunakan arah tersebut sebagai panduan praktis. Misalnya, jika arah rezeki Anda Timur dan Barat, prioritaskan peluang usaha, perjalanan bisnis, atau relasi di wilayah tersebut.

Bagi pedagang, arah ini bisa dijadikan acuan saat memilih lokasi berjualan atau ekspansi. Bagi pekerja kantoran, arah tersebut bisa menjadi pertimbangan saat memilih tempat tinggal atau lokasi proyek.

Ingat, arah rezeki bukan berarti Anda hanya boleh bergerak ke satu penjuru saja. Maknanya lebih kepada “arah yang lebih mendukung” sehingga peluang lebih terbuka.

Load More