Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB
ilustrasi cleansing (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Cleansing gel memiliki tekstur jelly ringan dengan surfaktan lembut yang cocok untuk kulit kering serta sensitif.
  • Cleansing foam menghasilkan busa tebal dari surfaktan kuat untuk mengangkat minyak berlebih pada kulit berminyak.
  • Pemilihan produk harus disesuaikan dengan jenis kulit agar kesehatan skin barrier tetap terjaga dengan baik.

Suara.com - Dua jenis pembersih wajah yang paling sering dibandingkan adalah cleansing gel dan cleansing foam. Keduanya sama-sama berfungsi membersihkan kotoran, minyak, dan sisa makeup, tetapi memiliki tekstur, kandungan, serta efek yang berbeda di kulit.

Memilih jenis cleanser yang salah bisa membuat kulit terasa kering, iritasi, atau justru masih berminyak setelah dicuci. Nah, artikel ini akan membahas perbedaan cleansing gel dan cleansing foam secara detail agar kamu bisa memilih dengan lebih yakin.

Baik cleansing gel maupun cleansing foam termasuk dalam kategori face wash berbasis air. Keduanya biasanya digunakan setelah double cleansing atau sebagai pembersih utama bagi yang tidak memakai makeup berat. Meski terlihat mirip, cara kerja dan hasil akhir di kulit bisa sangat berbeda tergantung formula dan teksturnya.

Di pasaran, kedua produk ini sangat mudah ditemukan dalam berbagai merek lokal maupun internasional. Beberapa orang merasa lebih nyaman dengan busa yang tebal, sementara yang lain lebih menyukai tekstur gel yang ringan dan tidak meninggalkan rasa ketat. Mari kita lihat perbedaannya satu per satu.

1. Tekstur dan Konsistensi

Cleansing gel memiliki tekstur transparan atau semi-transparan yang agak kental seperti jelly. Saat dioleskan ke wajah basah, gel biasanya langsung menyebar dengan mudah tanpa banyak menghasilkan busa.

Sebaliknya, cleansing foam dirancang untuk menghasilkan busa yang banyak dan ringan. Saat digosok di tangan atau wajah, foam akan berubah menjadi lather yang tebal, memberikan sensasi “bersih” yang lebih kuat.

2. Kandungan Surfaktan

Cleansing foam biasanya mengandung surfaktan yang lebih kuat agar bisa menghasilkan busa melimpah. Surfaktan ini efektif membersihkan sebum dan kotoran, tetapi bisa lebih stripping (mengangkat minyak alami kulit).

Cleansing gel cenderung menggunakan surfaktan yang lebih lembut atau formula berbasis humektan, sehingga lebih jarang membuat kulit terasa “ketarik” setelah dicuci.

3. Cocok untuk Jenis Kulit Apa?

Cleansing foam sering direkomendasikan untuk kulit berminyak, kombinasi, atau yang cenderung berjerawat karena kemampuannya mengangkat minyak berlebih dengan baik.

Sementara itu, cleansing gel lebih ramah untuk kulit normal hingga kering, kulit sensitif, atau yang mudah dehidrasi. Banyak formula gel juga mengandung bahan pelembap seperti glycerin atau hyaluronic acid.

4. Sensasi Setelah Membersihkan

Setelah memakai cleansing foam, banyak orang merasakan kulit lebih “bersih” dan segar, kadang disertai rasa sedikit kering.

Cleansing gel cenderung meninggalkan kulit terasa lembut, lembap, dan tidak terlalu ketat. Bagi yang memiliki skin barrier lemah, gel biasanya lebih aman digunakan setiap hari.

5. Cara Penggunaan

Keduanya digunakan dengan cara yang mirip: basahi wajah, ambil produk secukupnya, pijat lembut, lalu bilas. Namun, cleansing foam biasanya digosok dulu di telapak tangan untuk menghasilkan busa sebelum dioleskan.

Cleansing gel bisa langsung dioleskan ke wajah tanpa perlu dibuat berbusa terlebih dahulu.

6. Hasil Pembersihan

Cleansing foam unggul dalam mengangkat minyak dan sisa makeup ringan secara menyeluruh.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com