Kenapa Ketika Dewasa Pertemanan Menjadi Semakin Sedikit dan Lebih Eksklusif? Begini Penjelasannya!

Selasa, 29 September 2026 | 11:08 WIB
ilustrasi pertemanan.[Pexels.com/Ron Lach]
BACA 10 DETIK
  • Pergeseran prioritas hidup memengaruhi dinamika pertemanan usia dewasa secara alami.
  • Keterbatasan waktu dan energi membatasi ruang pertemanan usia dewasa harian.
  • Fokus pada kualitas hubungan menjadi ciri utama pertemanan usia dewasa.

Suara.com - Proses menjadi dewasa kerap kali ditemani dengan rasa sunyi yang tak pernah diprediksi sebelumnya. Lingkaran pertemanan yang dahulu riuh di kelas saat masih di bangku sekolah dan memenuhi jam-jam istirahat, perlahan menyusut hingga menyisakan hitungan jari bahkan tak jarang meredup sama sekali.

Kesibukan baru di dunia kerja, tuntutan hidup, hingga tumpukan prioritas baru membuat waktu untuk sekadar "kumpul-kumpul" menjadi privilege yang semakin sulit diraih.

Kesepian di usia dewasa bukanlah tanda kegagalan dalam bersosialisasi, melainkan konsekuensi alami dari hidup yang terus bergerak dan mengubah cara kita mendefinisikan “pertemanan”.

Meskipun demikian, dikutip dari Psychology Today temuan studi mengindikasikan bahwa rasa kesepian menjadi tantangan besar bagi kelompok orang dewasa, mereka merindukan interaksi sosial, tetapi mengalami hambatan dalam mewujudkannya.

Jawaban dari Pertanyaan Selama Ini

Lantas, mengapa menjalin pertemanan di usia dewasa terasa begitu sulit? Berikut ini adalah penjelasannya.

Pergeseran Lingkaran Sosial dan Prioritas

Faktor utama dari perubahan ini adalah Lingkaran sosial yang terus berubah menjadi alasan utama mengapa orang dewasa makin sulit berteman.

Padahal saat kecil dan remaja, dunia sekolah menyediakan ruang melimpah untuk saling berinteraksi dan menjalin persahabatan.

Namun, saat menginjak dewasa lingkungan pertemanan semakin menyusut. Terdapat prioritas yang harus lebih didahulukan.

Prioritas seperti tanggung jawab pekerjaan dan keluarga memiliki urgensi yang lebih penting, dan rasanya sedikit sekali waktu untuk bisa hangout bersama teman.

Menciutnya jaringan sosial ini otomatis membatasi ruang untuk bertemu orang-orang baru.

Keterbatasan Waktu dan Energi

Tingginya tuntutan waktu dan pekerjaan ini menjadi alasan mencari teman baru terasa melelahkan, sehingga memicu orang dewasa untuk mengabaikan kesempatan bersosialisasi dan berfokus pada koneksi yang lama.

Fokus Pada Kualitas Dibanding Kuantitas

Menginjak fase dewasa cenderung lebih selektif dalam berteman. Dibanding masa kecil yang mengandalkan kedekatan dan aktivitas harian, relasi saat dewasa lebih mengutamakan kedalaman hubungan dan pengalaman hidup.

Daripada sibuk mengumpulkan banyak kenalan, lebih baik fokus menjaga beberapa hubungan dekat dengan orang-orang yang sefrekuensi yang punya hobi, prinsip, dan arah tujuan yang sama.

Waktu dan tenaga yang diinvestasikan untuk menjaga kedekatan ini akan terasa jauh lebih memuaskan dibandingkan dengan lelahnya dekat dengan banyak orang baru.

Akibat dari menciutnya koneksi sosial ini, kesempatan kita untuk berkenalan dengan orang-orang baru dan menjalin hubungan yang erat pun makin terbatas.

Dampaknya, rasa saling percaya di tengah masyarakat kian terkikis, dan rasa kesepian perlahan merayap ke dalam kehidupan sehari-hari meski kita selalu merasa "terhubung" di dunia maya.

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com