Sering Terjebak FOMO? Ini 3 Langkah Tepat Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Rabu, 30 September 2026 | 13:05 WIB
Ilustrasi Anak Fomo (Freepik/Freepik)
BACA 10 DETIK
  • FOMO memicu Gen Z kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan harian.
  • Identifikasi tujuan pembelian barang untuk menentukan skala prioritas pengeluaran.
  • Evaluasi daftar belanja berkala agar keuangan tetap aman dan terstabilkan.

Suara.com - Fenomena gaya hidup impulsif kian menjerat generasi muda. Iming-iming tren yang berganti serba cepat di media sosial memicu Fear of Missing Out (FOMO), membuat banyak Gen Z makin sulit membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangatlah penting untuk mempersiapkan segala kondisi di masa mendatang.

Dikutip dari Health Care Family, kebutuhan adalah segala sesuatu yang wajib ada agar kita bisa bertahan hidup dan beraktivitas normal, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan layanan kesehatan.

Sementara itu, keinginan merujuk pada hal-hal tambahan yang berfungsi meningkatkan kualitas hidup, dan mencakup hampir semua hal di luar daftar kebutuhan pokok.

Langkah Awal

Berikut langkah awal untuk dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar terbebas dari FOMO.

Mengidentifikasi Tujuan

Memahami tujuan utama dari barang yang akan dibeli menjadi langkah krusial dalam membedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (want).

Jika alasanmu membeli berkaitan erat dengan kebutuhan primer, seperti bahan pangan atau pakaian dasar, maka barang tersebut tergolong sebagai kebutuhan.

Sebaliknya, apabila alasannya didasari oleh faktor estetika atau hiburan belaka, seperti "ingin terlihat keren" atau "tampak menyenangkan", maka pembelian tersebut dikategorikan sebagai keinginan yang bersifat tidak terlalu penting.

Susun Daftar Kebutuhan dan Keinginan

Setelah memahami perbedaannya, langkah berikutnya adalah membuat daftar kebutuhan dan keinginan pribadi. Langkah pertama, prioritaskan seluruh kebutuhan pokok terlebih dahulu.

Masukkan daftar kebutuhan pokok untuk bertahan hidup dan menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti biaya makan dan tempat tinggal (sewa atau cicilan rumah).

Jangan lupa sertakan juga pengeluaran rutin yang sifatnya wajib, seperti biaya transportasi harian hingga tagihan.

Jika stuck menentukan apakah suatu barang masuk kategori kebutuhan atau keinginan saat menyusun daftar pengeluaran, coba kategorikan barang tersebut lewat tiga pertanyaan ini:

  • Apakah barang ini benar-benar diperlukan untuk bertahan hidup dan menunjang aktivitas?
  • Apakah ada opsi harga yang lebih terjangkau?
  • Bagaimana dampaknya jika barang ini tidak saya miliki, apakah akan memengaruhi hidup saya ke depannya?

Review Daftar Kebutuhan dan Keinginan

Setelah list selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah melakukan reviewing atau peninjauan ulang. Periksa kembali daftar kebutuhan untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa dihilangkan.

Tanyakan pada diri sendiri, “apakah barang ini masih dibutuhkan ke depannya atau apakah barang ini masih dibutuhkan ke depannya atau hanya pada saat itu saja?” dan “Mungkinkah ada opsi lain yang harganya lebih ramah di kantong?”

Lakukan hal yang sama pada daftar keinginan. Eliminasi barang-barang yang kurang penting hingga tersisa hal-hal yang benar-benar menunjang kebutuhan harian saja.

Oleh karena itu, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dapat membantu seseorang menentukan prioritas pengeluaran dan menggunakan keuangannya secara lebih bijak.

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com