- Mencari penghasilan tambahan tak selalu harus dimulai dari pekerjaan baru.
- Certified Financial Planner Safir Senduk memaparkan materi cara memanfaatkan keterampilan dan aset yang sudah dimiliki untuk mencari penghasilan tambahan.
- Peserta mendapatkan pelatihan pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan, serta informasi fitur terbaru guna mengoptimalkan pendapatan harian mereka.
Suara.com - Mencari penghasilan tambahan tak selalu harus dimulai dari pekerjaan baru. Keterampilan, aset, hingga jaringan yang sudah dimiliki bisa menjadi modal untuk menemukan peluang lain yang dapat menambah pemasukan.
Hal tersebut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam Financial Resilience Workshop “Makin Cuan, Makin Tangguh: Ketahanan Finansial Mitra Driver Teladan” yang diikuti 50 mitra driver Lalamove dari wilayah Jabodetabek.
Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Lalamove Driver Academy ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman soal mengatur pemasukan, tetapi juga diajak mengeksplorasi potensi yang bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan tambahan.
Certified Financial Planner Safir Senduk mengatakan, peluang tersebut dapat berangkat dari hal-hal yang sudah dimiliki seseorang, baik berupa keterampilan, aset maupun jaringan.
Pendekatan ini membantu peserta melihat bahwa menambah penghasilan tidak selalu berarti harus memulai sesuatu dari nol. Potensi yang sudah ada dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.
“Ketahanan finansial bukan hanya tentang seberapa besar pendapatan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana pendapatan tersebut dikelola dan dipersiapkan untuk masa depan,” ujar Safir.
Selain mengenali peluang tambahan, peserta juga dibekali keterampilan finansial praktis. Materinya mencakup cara membedakan omzet, biaya operasional, dan profit, mengatur alokasi pendapatan, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, hingga membangun dana darurat.
Kemampuan tersebut menjadi penting terutama bagi pekerja dengan pemasukan yang dinamis. Dengan memahami arus kas, seseorang dapat mengetahui berapa penghasilan yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, disisihkan, maupun dialokasikan untuk mengembangkan sumber pemasukan lain.
Workshop juga dikemas melalui edukasi, praktik, simulasi, dan assessment. Peserta kemudian diajak menentukan tujuan finansial pribadi serta mengidentifikasi langkah yang bisa mulai diterapkan setelah mengikuti pelatihan.
Menurut Safir, pengelolaan pendapatan dan upaya mencari sumber pemasukan tambahan perlu berjalan beriringan.
“Bagi mitra driver dengan pendapatan yang dinamis, kemampuan mengatur arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta membangun dana darurat menjadi hal yang penting,” katanya.
Selain materi finansial dan kewirausahaan, peserta juga mendapatkan informasi mengenai fitur-fitur terbaru yang dapat digunakan dalam aktivitas mereka sebagai mitra pengemudi.
Pembekalan tersebut diharapkan membantu peserta memahami cara memanfaatkan fitur yang tersedia sekaligus mengoptimalkan peluang pendapatan harian.
Pada akhirnya, mencari penghasilan tambahan bukan semata-mata tentang mengejar pemasukan lebih besar. Mengenali kemampuan yang dimiliki, menghitung peluang dengan realistis, dan mengelola hasilnya dengan baik menjadi bagian penting agar sumber penghasilan tambahan bisa memberi manfaat dalam jangka panjang.