Punya Kucing di Rumah, Kenapa Interior Juga Perlu Ikut Beradaptasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:33 WIB
Punya Kucing di Rumah, Kenapa Interior Juga Perlu Ikut Beradaptasi? (Dok. Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Penelitian TMG Research menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen rumah tangga di Indonesia memelihara hewan, di mana 75 persennya memilih kucing.
  • Idemu melalui koleksi Pawhaus memperkenalkan furnitur ramah hewan peliharaan yang mengintegrasikan kenyamanan kucing dengan desain interior rumah yang estetik.
  • William Simiadi menyatakan bahwa konsep ini dirancang agar hunian tetap nyaman bagi seluruh keluarga, termasuk hewan peliharaan.

Suara.com - Punya kucing di rumah sering kali membuat cara seseorang menggunakan ruang ikut berubah. Sofa yang awalnya hanya menjadi tempat bersantai bisa berubah menjadi area tidur favorit. 

Sudut dekat jendela menjadi tempat mengamati suasana luar, sementara bagian bawah meja atau kabinet bisa menjadi tempat bersembunyi yang paling sering dituju.

Tanpa disadari, kucing bukan hanya tinggal di dalam rumah, tetapi juga ikut menggunakan dan membentuk cara penghuni rumah menikmati ruang.

Berdasarkan penelitian TMG Research, lebih dari 70 persen rumah tangga di Indonesia memiliki hewan peliharaan. Dari keluarga yang memiliki hewan peliharaan tersebut, 75 persen memilih kucing sebagai sahabat bermain di rumah.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kehidupan bersama hewan peliharaan semakin dekat dengan keseharian keluarga. Karena itu, kebutuhan akan rumah yang nyaman untuk manusia dan hewan peliharaan pun mulai menjadi bagian dari pertimbangan saat menata hunian.

Bagi kucing, rumah yang nyaman bukan hanya soal tersedia tempat untuk tidur. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bermain, bereksplorasi, mengamati lingkungan, hingga mencari tempat untuk bersembunyi ketika membutuhkan ruang sendiri.

Di sisi lain, pemilik rumah juga memiliki pertimbangan berbeda. Perlengkapan kucing yang terlalu banyak atau tidak terintegrasi dengan ruang dapat membuat interior terasa kurang rapi. 

Dari sinilah muncul kebutuhan akan konsep rumah yang lebih pet friendly, tetapi tetap memperhatikan estetika.

“Bukan sekadar menyediakan tempat untuk tidur atau bermain, Pawhaus dirancang untuk menjadi bagian dari keseharian tempat kucing untuk bermain, bereksplorasi, bersembunyi, hingga beristirahat, sekaligus tetap mempertimbangkan bagaimana furniture tersebut hadir di dalam keseluruhan desain sebuah rumah,” demikian penjelasan mengeai konsep Pawhaus dari Idemu.

Pendekatan tersebut melihat kebutuhan hewan peliharaan sebagai bagian dari desain ruang, bukan sekadar menambahkan perabot khusus setelah rumah selesai ditata.

Hal ini juga menjadi bagian dari pendekatan Idemu melalui Pawhaus, koleksi furniture pet friendly yang dirancang dengan mempertimbangkan tiga aspek, yakni Pet Comfort, Smart Function, dan Interior Design. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan kucing diupayakan tetap dapat hadir tanpa membuat ruang terasa terpisah dari keseluruhan konsep interior.

“Kami melihat hewan peliharaan, kini sudah menjadi bagian dari keluarga. Karena itu, rumah juga perlu dirancang agar nyaman untuk seluruh penghuninya, termasuk anabul. Melalui Pawhaus, Idemu ingin menghadirkan furniture yang menggabungkan kenyamanan pets, fungsi, dan desain yang tetap menyatu dengan interior rumah,” ujar William Simiadi, President Director Vivere Group.

Konsep seperti ini juga memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap hunian. Jika sebelumnya kebutuhan hewan peliharaan mungkin hanya dipenuhi dengan menyediakan kandang, tempat makan, atau kasur di sudut tertentu, kini ruang untuk mereka bisa dipikirkan sebagai bagian dari kehidupan rumah secara keseluruhan.

Apalagi bagi para pawrents, rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat. Di dalamnya ada aktivitas bersama, kebiasaan sehari-hari, dan berbagai ruang yang digunakan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk hewan peliharaan.

Dengan begitu, rumah pet friendly bukan berarti seluruh interior harus berubah menjadi ruang khusus hewan. Justru, tantangannya adalah menciptakan keseimbangan: manusia tetap nyaman menjalani aktivitasnya, sementara kucing memiliki ruang untuk bermain, beristirahat, dan merasa aman.

Pada akhirnya, keberadaan kucing memang bisa membuat pemiliknya melihat rumah dengan cara yang sedikit berbeda. Bukan hanya soal bagaimana ruangan terlihat, tetapi juga bagaimana ruang tersebut dapat digunakan dan dinikmati bersama oleh semua penghuninya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com