- Rice cooker hanya bisa dipakai menggoreng ringan atau menumis jika produk tersebut menyediakan fitur pendukung.
- Penggunaan rice cooker untuk menggoreng secara tidak tepat berisiko merusak lapisan antilengket serta komponen pemanas alat.
- Masyarakat disarankan menggunakan kompor untuk menggoreng dengan minyak banyak yang membutuhkan suhu tinggi dan stabil.
Suara.com - Rice cooker umumnya digunakan untuk menanak nasi, tetapi sejumlah produk juga memiliki fitur yang memungkinkan alat tersebut dipakai untuk mengolah makanan lain.
Keterbatasan peralatan memasak membuat rice cooker kerap dimanfaatkan untuk menumis atau menggoreng makanan sederhana, terutama oleh anak kos dan orang yang tinggal di tempat dengan fasilitas dapur terbatas.
Cara kerja rice cooker berbeda dengan kompor sehingga pengguna perlu mengetahui kemampuan alat sebelum menggunakannya untuk mengolah makanan dengan minyak.
Lantas, apakah rice cooker bisa untuk menggoreng dan apa saja bahaya yang perlu diperhatikan jika alat tersebut terlalu sering digunakan untuk memasak selain nasi?
Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng?
Pada dasarnya, rice cooker bekerja dengan menghasilkan panas pada panci bagian dalam untuk memasak beras hingga air terserap dan nasi matang.
Sistem tersebut membuat panas yang dihasilkan disesuaikan dengan proses menanak nasi, bukan untuk mempertahankan suhu tinggi seperti kompor.
Meski begitu, beberapa rice cooker modern memiliki fitur tambahan seperti sauté atau shallow frying yang memungkinkan pengguna menumis dan melakukan penggorengan ringan. Kedua metode tersebut tidak membutuhkan minyak dan suhu setinggi teknik deep frying.
Jadi, rice cooker bisa digunakan untuk menggoreng secara terbatas, terutama jika produk memang dilengkapi fitur yang mendukung aktivitas tersebut.
Sebelum mencobanya, periksa petunjuk penggunaan untuk memastikan fungsi tersebut direkomendasikan oleh produsen.
Jika rice cooker mendukung aktivitas menggoreng, panaskan panci terlebih dahulu menggunakan mode yang sesuai.
Tambahkan sedikit minyak dan tunggu beberapa saat sebelum memasukkan bahan makanan agar proses memasak berlangsung lebih optimal.
Gunakan pula spatula berbahan kayu atau silikon untuk mengaduk makanan agar permukaan panci antilengket tidak mudah tergores.
Bahan yang dimasak sebaiknya berukuran kecil dan relatif cepat matang, seperti sayuran, udang, potongan ayam, ikan fillet tipis, atau bahan untuk membuat nasi goreng.
Pengguna juga perlu memperhatikan perubahan mode dari cook menjadi keep warm. Perubahan tersebut dapat terjadi ketika sistem rice cooker mendeteksi kondisi yang dianggap menandakan proses memasak telah selesai, sehingga alat tidak selalu mampu mempertahankan panas seperti kompor.
Karena itu, rice cooker tidak disarankan untuk deep frying yang membutuhkan minyak dalam jumlah banyak dan suhu tinggi yang stabil.