- ASPI dan Cosmobeauté Indonesia menggelar seminar industri spa di ICE BSD City pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
- Ketua Umum ASPI Kusuma Ida Anjani membahas pergeseran fungsi spa menuju konsep pencegahan kesehatan masyarakat secara rutin.
- Seminar menghasilkan dorongan penggabungan tradisi Nusantara dengan sains modern serta peningkatan standardisasi layanan spa.
Suara.com - Pandangan terhadap perawatan spa perlahan ikut berubah. Jika sebelumnya spa identik dengan pijat dan relaksasi, kini layanan tersebut mulai dikaitkan dengan kebutuhan menjaga kebugaran dan keseimbangan tubuh secara rutin.
Perubahan gaya hidup ini menjadi salah satu pembahasan dalam seminar Beautéducation, “Redefining the Future of Beauty, Wellness & Spa – Through Innovation, Regulation and Holistic Care” yang digelar Asosiasi Spa Indonesia (ASPI) bersama Cosmobeauté Indonesia di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Seminar tersebut mempertemukan berbagai pihak dari industri kecantikan dan wellness, mulai dari pengelola spa, klinik kecantikan, industri kosmetik, profesional, lembaga pendidikan, hingga pengunjung profesional Cosmobeauté Indonesia 2026.
Ketua Umum ASPI, Kusuma Ida Anjani, turut membuka acara sekaligus menjadi pembicara dalam talkshow “The Future of Beauty, Wellness & Spa: Trends, Opportunities & Growth”. Ia hadir bersama dr. M.M.V. Lianywati Batihalim dan Ir. Solihin Sofian, dengan Athalla Hartiana sebagai moderator.
Salah satu hal yang dibahas Kusuma adalah perubahan kebutuhan konsumen yang membuat konsep preventive wellness semakin relevan.
Spa dinilai memiliki ruang untuk mengambil peran lebih luas dalam membantu masyarakat membangun rutinitas perawatan dan kebiasaan hidup sehat.
Pendekatan tersebut bisa hadir melalui berbagai pengalaman, seperti massage, penggunaan herbal dan jamu, aromaterapi, mindfulness, hingga aktivitas wellness lainnya. Dengan begitu, spa tidak hanya menawarkan pengalaman sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan wellness seseorang.
Konsep wellness yang berkembang juga semakin luas. Perawatan tubuh dapat berjalan berdampingan dengan perhatian terhadap nutrisi, aktivitas fisik, kesehatan mental, hingga perawatan kecantikan.
Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang dapat menjadi modal untuk mengembangkan pengalaman wellness dengan karakter lokal. Jamu, rempah, pijat tradisional, dan berbagai ritual perawatan Nusantara dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan konsumen masa kini.
Dalam pembahasannya, Kusuma mendorong perpaduan heritage, science and technology agar tradisi tersebut tetap relevan tanpa kehilangan autentisitasnya.
Perkembangan industri juga tidak terlepas dari kebutuhan akan standar layanan yang semakin baik. Regulasi, standardisasi, sertifikasi kompetensi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi menjadi bagian yang turut dibahas dalam forum tersebut.
Selain talkshow utama, kegiatan menghadirkan Business Talk “Strengthening Indonesia’s Spa Industry through Regulation” serta Wellness Experience bertajuk “Healing Beyond Touch: Sound Therapy in Wellness”, yang dilanjutkan dengan sesi sound healing.
Melalui diskusi tersebut, perkembangan industri beauty, wellness, dan spa di Indonesia tidak hanya diarahkan untuk mengikuti tren global, tetapi juga mengolah kekayaan tradisi lokal menjadi pengalaman wellness yang relevan dengan kehidupan modern.