- Lima pembalap dunia mengunjungi SDN 2 Kuta Mandalika pada Kamis, 8 Oktober, untuk kegiatan edukasi dan inspirasi siswa.
- Kegiatan Riders Go to School menampilkan dialog karier balap, seni tradisional, dan aktivitas menghias helm bersama siswa.
- Siswa juga menerima edukasi keselamatan lalu lintas interaktif dari Ditlantas Polda NTB dalam rangkaian acara Mandalika 2026.
Aktivitas ini juga menjadi salah satu cara mempertemukan dunia balap dengan aktivitas kreatif di lingkungan sekolah. Tidak ada sesi balapan di halaman sekolah, tentu saja. Yang ada justru anak-anak sibuk menggambar dan menghias, sementara para pembalap ikut berada di tengah mereka.
3. Dari Budaya Lokal Sampai Keselamatan di Jalan
Kehadiran lima rider tidak membuat identitas lokal Mandalika ditinggalkan. Sebaliknya, penampilan seni tradisional menjadi bagian awal kegiatan.
Di sisi lain, para siswa juga mendapat materi yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: keselamatan berlalu lintas.
Melalui kuis interaktif bersama unit Keamanan Keselamatan Ditlantas Polda NTB, siswa diajak mengenal aturan lalu lintas dan pentingnya menjaga keselamatan sejak usia dini.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan psikologi dari Tim Psikologi Biro SDM Polda NTB sebagai bagian dari pengamanan kegiatan. Pendampingan tersebut menyasar siswa, guru, masyarakat, dan personel yang terlibat.
Dengan demikian, interaksi antara pembalap dan siswa tidak hanya berhenti pada sesi foto atau pertemuan singkat. Ada beberapa pesan yang dibawa pulang anak-anak, mulai dari disiplin dan proses mengejar prestasi hingga keselamatan saat berada di jalan.
4. Bagi Sekolah, Pembalap Bukan Sekadar Tamu
Kepala SDN 2 Kuta Mandalika, Lalu Satriadi, mengatakan kehadiran para pembalap memberikan pengalaman tersendiri bagi murid dan guru.
“Kedatangan mereka menjadi inspirasi bagi murid dan guru kami bahwa untuk mencapai level dunia dibutuhkan kerja keras dan dedikasi tinggi,” katanya.
Pernyataan tersebut terasa relevan dengan cerita yang dibagikan Mario dan Veda. Bagi siswa, pembalap yang sehari-hari mereka lihat di layar tiba-tiba hadir di lingkungan sekolah dan bercerita tentang proses yang mereka jalani sebelum sampai ke panggung internasional.
Veda Ega Pratama pun berharap pertemuan tersebut bisa membuat anak-anak lebih berani mengejar cita-cita.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik di sini. Semoga mereka semakin berani bermimpi dan terus berusaha untuk mengejarnya,” ujar Veda.