- Kulit sensitif adalah kondisi permanen bawaan lahir, sedangkan iritasi bersifat sementara yang dapat dialami semua orang.
- Kulit sensitif bereaksi pada suhu dan skincare, sementara iritasi muncul akibat paparan produk atau gesekan tertentu.
- Kulit sensitif tidak bisa disembuhkan total, tetapi iritasi dapat sembuh jika pemicunya dihindari dan dirawat dengan tepat.
Suara.com - Kulit wajah sensitif dan kulit iritasi sering dianggap sebagai kondisi yang sama karena memiliki gejala serupa.
Keduanya dapat ditandai dengan kemerahan, rasa perih, gatal, hingga munculnya sensasi panas pada wajah.
Padahal, kulit sensitif merupakan kondisi kulit yang cenderung mudah bereaksi terhadap berbagai pemicu, sedangkan iritasi biasanya muncul sebagai respons terhadap faktor tertentu.
Perbedaan ini penting diketahui agar kamu tidak salah memilih produk perawatan wajah.
Penggunaan skincare yang kurang sesuai justru dapat memperburuk rasa tidak nyaman dan mengganggu kondisi pelindung kulit.
Berikut ini cara membedakan kulit wajah sensitif dan kulit iritasi serta menentukan perawatan yang tepat.
1. Sifat Kondisi
Kulit sensitif adalah tipe kulit permanen atau bawaan lahir yang memiliki pelindung kulit (skin barrier) secara alami lebih tipis.
Di sisi lain, kulit iritasi merupakan kondisi kulit yang bersifat sementara dan bisa dialami oleh siapa saja, terlepas dari apa pun jenis kulit dasarnya.
2. Penyebab
Kulit sensitif umumnya mudah bereaksi terhadap perubahan suhu, paparan sinar matahari, parfum, atau kandungan tertentu dalam skincare.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh fungsi pelindung kulit yang kurang optimal sehingga kulit lebih mudah mengalami ketidaknyamanan.
Sementara itu, kulit iritasi biasanya mengalami reaksi setelah terpapar pemicu tertentu, seperti produk eksfoliasi yang terlalu kuat, sabun keras, atau penggunaan bahan aktif secara berlebihan.
Gesekan dan paparan zat tertentu juga dapat memicu iritasi.
3. Perbedaan Gejala