- Dermatolog menganjurkan pengaplikasian pelembap pada kulit wajah yang setengah basah atau lembap untuk mengunci kelembapan ekstra.
- Kondisi kulit yang lembap membantu pelembap menyerap lebih maksimal serta memudahkan perataan produk tanpa harus menggosok wajah terlalu keras.
- Aturan kulit lembap tidak berlaku untuk bahan aktif keras karena dapat memicu iritasi jika diaplikasikan tanpa mengeringkan wajah terlebih dahulu.
Suara.com - Dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari, sering kali muncul pertanyaan, apakah boleh memakai moisturizer saat wajah masih basah?
Jawabannya bukan sekadar "boleh", melainkan sangat dianjurkan! Namun, ada beberapa catatan penting terkait kondisi "basah" yang dimaksud agar kelembapan kulit terkunci secara maksimal tanpa menimbulkan masalah baru.
Cara kita mengaplikasikan produk skincare bisa memengaruhi efektivitasnya dalam menjaga kesehatan kulit.
Alasan Utama Mengaplikasikan Pelembap pada Kulit Lembut dan Lembap
Menurut pandangan para ahli kecantikan dan dermatolog, kulit yang setengah basah atau lembap (damp skin) memiliki daya serap yang jauh lebih baik dibandingkan kulit yang benar-benar kering.
"Keuntungan mengaplikasikan produk perawatan kulit pada kulit yang lembap adalah kulit dapat menyerap bahan-bahan utama dalam produk tersebut dengan lebih baik," kata Dr. Michelle Farber, dikutip dari laman Skincare.
Berikut adalah beberapa manfaat utama mengoleskan moisturizer saat wajah masih lembap:
- Mengunci Kelembapan Ekstra (Transepidermal Water Loss): Setelah mencuci muka, air yang menempel di permukaan kulit dapat menguap dengan cepat dan membawa kelembapan alami kulit ikut hilang. Mengoleskan moisturizer bertindak sebagai penyegel (occlusive/humectant) yang mengunci air tersebut di dalam pori-pori.
- Memaksimalkan Kerja Bahan Humektan: Jika pelembap mengandung bahan seperti Hyaluronic Acid atau Glycerin, bahan-bahan ini membutuhkan molekul air untuk diikat ke dalam kulit. Kulit yang lembap menyediakan pasokan air yang ideal bagi bahan aktif tersebut.
- Tekstur Lebih Mudah Diratakan: Pelembap akan meluncur lebih mulus pada permukaan kulit yang lembap, sehingga tidak perlu menggosok wajah terlalu keras.
Perbedaan Kulit Basah Kuyup vs Kulit Lembap (Damp Skin)
Meskipun dianjurkan, ada batasan yang perlu diperhatikan. Kondisi terbaik untuk mengaplikasikan moisturizer adalah saat kulit dalam keadaan lembap (damp), bukan basah kuyup (soaking wet).
Kulit lembap adalah kondisi ideal adalah setelah menepuk-nepuk wajah secara perlahan dengan handuk bersih atau tisu wajah. Kulit terasa dingin dan sedikit basah saat disentuh, tetapi tidak ada tetesan air.
Sementara kulit basah yang masih meneteskan air justru dapat mengencerkan konsentrasi produk pelembap, membuatnya bergeser, dan sulit meresap dengan sempurna.
Kapan Harus Mengeringkan Wajah Terlebih Dahulu?
Meskipun pelembap bekerja sangat baik di kulit lembap, aturan ini tidak berlaku untuk semua bahan skincare. Utamanya jika menggunakan bahan aktif keras seperti Retinol / Retinoid, Eksfoliator Kimia (AHA/BHA/PHA), atau Vitamin C konsentrasi tinggi.
Pastikan untuk mengaplikasikannya pada kulit yang benar-benar kering. Kulit lembap meningkatkan penetrasi bahan aktif secara drastis, yang pada bahan-bahan keras di atas justru bisa memicu iritasi, kemerahan, atau rasa terbakar.
Kesimpulannya, memakai moisturizer saat wajah masih setengah basah atau lembap adalah teknik sederhana namun sangat efektif untuk mendapatkan kulit yang halus, plumpy, dan terhidrasi dengan baik.
Cukup tepuk-tepuk wajah dengan lembut setelah mencuci muka, lalu segera ratakan pelembap favoritmu dalam waktu 60 detik untuk hasil hidrasi yang optimal.