- Cushion dapat mengalami oksidasi yang dipicu formula, minyak wajah, serta interaksi dengan kulit.
- Oksidasi membuat warna cushion berubah lebih gelap, kekuningan, oranye, dan tidak merata.
- Pengguna dapat mencegah ketidaksesuaian warna dengan memilih shade tepat dan memakai primer.
Suara.com - Cushion menjadi salah satu produk makeup praktis untuk meratakan warna kulit dan menyamarkan noda di wajah.
Namun, hasil akhirnya terkadang berubah setelah beberapa waktu pemakaian.
Warna cushion yang awalnya terlihat cocok bisa tampak lebih gelap atau kekuningan.
Perubahan ini sering disebut sebagai oksidasi cushion dan dapat membuat hasil makeup terlihat kurang sesuai dengan warna kulit.
Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh formula produk, minyak alami wajah, serta interaksi makeup dengan kondisi kulit. Simak ciri-ciri oksidasi cushion berikut ini agar.
1. Warna Cushion Berubah Lebih Gelap
Salah satu ciri-ciri oksidasi cushion yang paling mudah dikenali adalah perubahan warna setelah diaplikasikan.
Cushion yang awalnya terlihat sesuai dengan warna kulit bisa berubah menjadi lebih gelap setelah beberapa menit hingga beberapa jam.
Akibatnya, warna wajah terlihat berbeda dibandingkan bagian leher.
2. Warna Wajah Terlihat Kekuningan atau Oranye
Selain menjadi lebih gelap, cushion yang mengalami oksidasi terkadang terlihat lebih kuning atau oranye.
Perubahan ini membuat hasil complexion tampak kurang alami, terutama jika warna dasar cushion tidak sesuai dengan undertone kulit.
Namun, warna yang terlalu kuning juga bisa disebabkan oleh pemilihan shade yang kurang tepat.
3. Warna Wajah Tidak Merata
Cushion yang mengalami perubahan warna dapat membuat tampilan wajah terlihat kurang merata.