Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:42 WIB
Ilustrasi shio (Freeik/freepik)
BACA 10 DETIK
  • Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merilis data shio penduduk Indonesia terbanyak pada Maret 2026 di Jakarta.
  • Shio Tikus menempati urutan pertama dengan total 25.348.923 jiwa, disusul Shio Kelinci dan Shio Naga.
  • Data shio membantu menggambarkan distribusi tahun kelahiran penduduk meskipun tidak menentukan tingkat produktivitas kelompok secara langsung.

3. Shio Naga: 25.021.878 jiwa

Shio Naga berada di posisi ketiga dengan jumlah 25.021.878 jiwa. Beberapa tahun kelahiran yang umumnya diasosiasikan dengan shio ini adalah 1964, 1976, 1988, 2000, 2012, dan 2024.

Kelompok ini juga mencakup penduduk dari sejumlah generasi. Sebagian orang yang lahir pada tahun-tahun tersebut termasuk dalam kelompok usia kerja, sementara sebagian lainnya masih anak-anak atau sudah berusia lebih tua.

Dengan jumlah lebih dari 25 juta jiwa, Shio Naga menjadi salah satu kelompok besar dalam klasifikasi penduduk berdasarkan shio yang disampaikan Dukcapil.

Sementara itu, shio dengan jumlah penduduk paling sedikit dalam data tersebut adalah Shio Kambing, yakni 22.571.729 jiwa.

Shio Paling Produktif di Indonesia

Jika mengacu pada data Dukcapil, Shio Tikus memang menjadi kelompok dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Namun, status sebagai shio dengan populasi terbesar tidak otomatis berarti kelompok ini paling produktif.

"Shio Tikus dan Naga mencakup rentang usia produktif yang besar saat ini, kelompok ini menjadi penyumbang utama Bonus Demografi Indonesia. Mereka adalah penggerak ekonomi sekaligus target utama kebijakan ketenagakerjaan," kata Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi memberikan analisanya. Dukcapil

Dalam demografi, usia produktif umumnya merujuk pada penduduk berusia 15–64 tahun. Sementara itu, produktivitas berkaitan dengan berbagai faktor, seperti partisipasi dalam pekerjaan, tingkat pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan kondisi ekonomi.

Karena setiap shio mencakup beberapa tahun kelahiran dengan jarak 12 tahun, satu kelompok shio dapat berisi anak-anak, penduduk usia kerja, hingga lansia secara bersamaan.

Untuk menentukan kelompok yang paling besar kontribusinya terhadap perekonomian, diperlukan data tambahan, misalnya jumlah penduduk yang bekerja, tingkat partisipasi angkatan kerja, serta produktivitas tenaga kerja berdasarkan kelompok umur.

Oleh karena itu, data tersebut lebih tepat dibaca sebagai gambaran jumlah penduduk berdasarkan kelompok tahun kelahiran, bukan sebagai penilaian karakter atau kemampuan seseorang berdasarkan shio.

Apa Manfaat Data Shio bagi Pemerintah?

Pengelompokan penduduk berdasarkan shio dapat menjadi cara alternatif untuk membaca data kependudukan melalui variabel tahun kelahiran. Informasi tersebut dapat melengkapi analisis demografi ketika dipadukan dengan data umur, pendidikan, pekerjaan, dan persebaran wilayah.

Bagi pemerintah, data kependudukan yang terperinci dapat membantu perencanaan layanan publik, termasuk pendidikan, administrasi kependudukan, kesehatan, serta ketenagakerjaan.

Meski demikian, kebutuhan layanan seperti perekaman KTP elektronik harus dihitung berdasarkan usia dan persyaratan administrasi yang berlaku, bukan berdasarkan shio semata.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com