- Aktris Fanny Ghassani mengikuti ajang Crystalin RunXperience 2026 kategori 5K di Jakarta pada Minggu, 4 Oktober 2026.
- Sebanyak 9.500 peserta meramaikan acara lari tersebut yang menyediakan berbagai kategori mulai dari 2,5K hingga Half Marathon 21K.
- Donny selaku Director dan COO OT Group menyatakan acara itu bertujuan menyediakan ruang inklusif bagi seluruh kalangan pelari.
Suara.com - Bagi Fanny Ghassani, menikmati olahraga lari bukan sekadar mengejar kecepatan atau mencapai garis finis secepat mungkin. Menjaga konsistensi latihan dan memahami kemampuan tubuh justru menjadi hal penting agar olahraga ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Hal itu terlihat saat Fanny mengikuti Crystalin RunXperience 2026 di Jakarta pada Minggu (4/10/2026). Turun di kategori 5K, aktris sekaligus pegiat olahraga tersebut mengaku tidak melakukan persiapan khusus karena jarak itu sudah biasa ditempuhnya.
"Jujur, aku nggak ada persiapan yang kayak gimana-gimana karena ini fun run aja. 5 kilo memang yang biasa aku lari," ujar Fanny.
Alih-alih mengejar waktu terbaik, Fanny memilih berlari dengan pace santai. Ia juga ditemani sang suami dan asistennya sehingga menyesuaikan kecepatan dengan mereka.
"Pace-nya dari tadi juga pace santai. Kalau bisa dilihat juga heart rate aku nggak lebih dari 130. Dari tadi benar-benar santai banget pace-nya," katanya.
Meski tidak menyiapkan strategi khusus untuk perlombaan tersebut, Fanny memiliki sejumlah kebiasaan yang menurutnya penting bagi siapa pun yang ingin rutin berlari.
Salah satu hal yang ditekankan Fanny adalah konsistensi. Menurutnya, latihan lari sebaiknya dilakukan dua hingga tiga kali dalam sepekan agar menjadi kebiasaan.
"Pertama, larinya harus tetap paling nggak seminggu dua-tiga kali harus dijaga," tuturnya.
Selain berlari, Fanny menyarankan latihan kekuatan melalui angkat beban. Latihan ini menjadi bagian penting untuk membantu meminimalkan risiko cedera saat berolahraga.
"Kemudian kedua, angkat beban itu harus supaya minim cedera juga," ujarnya.
Fanny juga mengingatkan pentingnya istirahat yang cukup, terutama menjelang perlombaan. Pasalnya, peserta biasanya harus bangun sejak dini hari untuk bersiap menuju lokasi.
Ia bahkan menyinggung persiapan perempuan yang terkadang membutuhkan waktu tambahan untuk berdandan dan menata rambut sebelum berlari.
"Kalau race itu kan bangunnya subuh, ya. Apalagi cewek-cewek kan harus bermakeup, ya? Harus ikat rambut misalnya, harus pakai ini pakai itu, jadinya bangunnya lebih pagi lagi," kata Fanny sembari tertawa.
Karena itu, ia mengingatkan agar kebutuhan tidur tidak diabaikan. Asupan makanan juga perlu diperhatikan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh.
"Jadi tidur yang cukup, sama jangan lupa makan yang banyak. Buat aku penting makan yang banyak dua-tiga hari sebelum lari," ungkapnya.