- Persiapan kuliah ke luar negeri sebaiknya tidak menunggu hingga siswa mendekati kelulusan.
- Siswa dapat menggunakan kurikulum International Baccalaureate atau Cambridge International untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.
- Dalam Cambridge International A Level, siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai rencana akademiknya.
Suara.com - Kuliah di luar negeri menjadi salah satu pilihan pendidikan yang dipertimbangkan untuk masa depan anak. Namun, untuk bisa melanjutkan studi ke universitas internasional, siswa perlu mempersiapkan sejumlah hal, mulai dari capaian akademik, kemampuan bahasa, hingga pemenuhan persyaratan program studi yang dituju.
Salah satu hal yang kerap menjadi pertimbangan orang tua adalah kurikulum sekolah. International Baccalaureate (IB) dan Cambridge International merupakan dua pilihan pendidikan yang memiliki kualifikasi yang diakui oleh banyak universitas di berbagai negara.
Lantas, bagaimana kedua kurikulum ini dapat mendukung rencana kuliah anak di luar negeri? Dan apa saja yang perlu dipersiapkan orang tua sejak awal?
1. Perbedaan IB dan Cambridge
IB dan Cambridge menawarkan jalur pendidikan yang dapat digunakan siswa untuk mendaftar ke perguruan tinggi internasional. Namun, keduanya memiliki struktur program dan ketentuan akademik yang berbeda.
Pada IB Diploma Programme (DP), siswa berusia sekitar 16–19 tahun mengikuti enam kelompok mata pelajaran serta tiga komponen inti, yakni Theory of Knowledge, Extended Essay, dan Creativity, Activity, Service (CAS). Program ini menggabungkan pembelajaran akademik dengan penelitian mandiri, refleksi, dan kegiatan di luar kelas.
Sementara itu, Cambridge International menyediakan jalur seperti Cambridge IGCSE dan Cambridge International AS & A Level. Pada jenjang prauniversitas, siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai minat dan rencana studi mereka.
2. Sesuaikan dengan Rencana Studi
Persiapan kuliah ke luar negeri sebaiknya tidak menunggu hingga siswa mendekati kelulusan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan sejak awal adalah mengenali bidang yang diminati anak dan memahami mata pelajaran yang dibutuhkan untuk memasuki program studi tertentu.
Dalam Cambridge International A Level, siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai rencana akademiknya. Pilihan tersebut perlu diperhatikan karena program studi tertentu, seperti kedokteran, teknik, atau ilmu sains, dapat menetapkan mata pelajaran prasyarat.
IB Diploma Programme juga memberikan pilihan mata pelajaran, tetapi siswa perlu memenuhi struktur program yang mencakup enam kelompok mata pelajaran dan komponen inti.
3. Capaian Akademik sebagai Persiapan Masa Depan
Capaian akademik dapat menjadi salah satu indikator untuk mengevaluasi proses pembelajaran di sekolah. Namun, hasil ujian perlu dipahami bersama konteks program dan perkembangan siswa secara keseluruhan.
Keterangan BINUS SCHOOL melaporkan bahwa rata-rata nilai mata pelajaran siswa pada IB Diploma Programme mencapai 5,2, melampaui rata-rata global 4,9 pada 2026. Sekolah tersebut juga melaporkan capaian siswa dalam Cambridge Checkpoint dan Cambridge A Level, serta penerimaan lulusan di sejumlah universitas di Indonesia dan luar negeri.
BINUS SCHOOL Director, Sherrierose Garcia Gonzales, menyampaikan bahwa pencapaian akademik merupakan hasil kerja bersama siswa, guru, orang tua, dan pimpinan sekolah.