Suara.com - Kehilangan penghasilan utama dapat mengganggu biaya hidup dan pendidikan anak. Menyiapkan perlindungan sejak awal memberi keluarga lebih banyak waktu untuk menata kembali keuangannya.
Kematian pencari nafkah utama membawa dua tekanan bagi keluarga yang ditinggalkan: duka dan hilangnya penghasilan. Sementara keluarga menyesuaikan diri, kebutuhan sehari-hari, cicilan, hingga biaya sekolah anak tetap harus dibayar.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, industri asuransi jiwa membayarkan klaim meninggal dunia sekitar Rp6,50 triliun sepanjang Januari–Juni 2026. Data yang diumumkan pada 31 Agustus 2026 itu menunjukkan besarnya manfaat yang dibayarkan ketika risiko kematian yang dijamin polis terjadi.
Bagi keluarga dengan anak usia sekolah, persoalannya bukan hanya apakah tagihan bulan ini bisa dilunasi. Mereka juga perlu memikirkan biaya pendidikan pada bulan dan tahun berikutnya, ketika sumber penghasilan utama tidak lagi ada.
Penghasilan berhenti, biaya sekolah tetap berjalan
Sebagai ilustrasi, Rani dan Dimas memiliki seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dimas memperoleh penghasilan Rp9 juta per bulan, sementara Rani Rp3 juta. Pengeluaran keluarga, termasuk kebutuhan rumah, cicilan, dan pendidikan anak, mencapai Rp9 juta per bulan.
Jika Dimas meninggal secara mendadak, penghasilan keluarga turun menjadi Rp3 juta. Artinya, ada kekurangan Rp6 juta setiap bulan bila pola pengeluaran belum berubah. Dengan tabungan yang dapat segera digunakan sebesar Rp18 juta, keluarga secara sederhana hanya memiliki dana untuk menutup kekurangan itu selama sekitar tiga bulan. Pengeluaran mendadak lain belum masuk dalam hitungan tersebut.
Rani dan Dimas adalah tokoh ilustratif. Angka di atas merupakan contoh perhitungan, bukan kisah nasabah atau gambaran manfaat produk asuransi tertentu.
Dalam keadaan seperti itu, Rani mungkin perlu membicarakan jadwal pembayaran dengan sekolah, menyesuaikan pengeluaran rumah, atau mencari tambahan penghasilan. Semua pilihan memerlukan waktu. Keberadaan dana yang telah disiapkan sebelumnya dapat memberi ruang bagi keluarga untuk mengambil keputusan tanpa harus mengubah rencana pendidikan anak secara tergesa-gesa.
Pentingnya asuransi jiwa untuk perlindungan finansial keluarga
Dana darurat merupakan bagian penting dari persiapan keuangan karena dapat digunakan untuk kebutuhan yang segera muncul. Namun, ketika penghasilan pencari nafkah hilang untuk waktu yang panjang, keluarga perlu menghitung apakah dana tersebut cukup untuk biaya hidup dan sekolah anak.
Di sinilah pentingnya asuransi jiwa bagi orang tua yang memiliki tanggungan. Jika tertanggung meninggal dalam masa perlindungan dan klaim memenuhi ketentuan polis, manfaat asuransi dapat dibayarkan kepada pihak yang berhak menerima. Dana itu dapat membantu keluarga membayar kebutuhan sehari-hari dan menjaga rencana pendidikan anak sambil menata sumber penghasilan berikutnya.
Asuransi jiwa bukan pembayaran otomatis atas seluruh biaya sekolah hingga anak lulus. Besar manfaat dan lamanya perlindungan berbeda menurut produk serta pilihan yang diambil. Karena itu, kepala keluarga perlu memulai dari pertanyaan praktis: berapa pengeluaran yang harus tetap dipenuhi jika penghasilannya berhenti?
Hitung kebutuhan bulanan, cicilan, dan perkiraan biaya pendidikan. Lalu periksa penghasilan pasangan, tabungan yang mudah dicairkan, serta perlindungan yang telah dimiliki, termasuk dari tempat kerja bila ada. Perhitungan itu membantu keluarga menentukan nilai pertanggungan dan masa perlindungan yang perlu dicari. Jika kedua orang tua sama-sama menopang keuangan rumah, penghasilan keduanya juga perlu diperhitungkan.
Memeriksa manfaat produk sebelum memilih
Asuransi jiwa keluarga dapat dipelajari melalui halaman Asuransi Mandiri Secure Life dari AXA Mandiri sebagai salah satu pilihan perlindungan bagi pencari nafkah. Berdasarkan informasi pada halaman resminya, produk tersebut memiliki manfaat meninggal dunia karena sebab apa pun serta manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan, dengan masa asuransi sembilan tahun.
Sebelum memutuskan, calon nasabah perlu memastikan siapa yang menjadi tertanggung dan penerima manfaat, memahami syarat klaim, serta menilai apakah nilai manfaat dan masa asuransi sesuai dengan kebutuhan keluarganya. Manfaat polis dapat membantu keluarga menjaga pendidikan anak, tetapi kecukupannya tetap bergantung pada pilihan perlindungan dan kondisi masing-masing keluarga.
Bagi orang tua, menyiapkan asuransi jiwa dapat menjadi bentuk tanggung jawab terhadap orang-orang yang bergantung pada penghasilannya. Tujuannya sederhana: memberi keluarga dukungan finansial dan waktu untuk menata hidup ketika keadaan berubah, sehingga pendidikan anak tetap memiliki peluang untuk dilanjutkan. ***