- Pemilihan jenis pompa air sumur dangkal atau jet pump harus disesuaikan dengan kedalaman sumber air di rumah.
- Pompa sumur dangkal menggunakan daya listrik dan biaya perawatan lebih rendah dibandingkan jenis jet pump.
- Kedua jenis pompa dapat bertahan lama apabila digunakan sesuai spesifikasi serta dirawat secara rutin.
Suara.com - Memilih pompa air yang tepat menjadi hal penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah.
Dua jenis pompa yang sering digunakan adalah pompa air sumur dangkal dan jet pump.
Keduanya memiliki fungsi serupa, tetapi dirancang untuk kondisi sumber air yang berbeda.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kemampuan mengisap air, kedalaman sumur, kebutuhan listrik, hingga biaya perawatan.
Selain mempertimbangkan harga, kamu juga perlu menyesuaikan jenis pompa dengan kondisi sumur di rumah.
Lantas, antara pompa air sumur dangkal dan jet pump, mana yang lebih awet untuk penggunaan jangka panjang?
Berikut perbedaan pompa air sumur dangkal dan jet pump yang perlu kamu ketahui.
1. Perbedaan Kedalaman Sumur
Pompa air sumur dangkal cocok digunakan untuk sumber air dengan permukaan air relatif dekat dengan tanah.
Umumnya, pompa ini memiliki daya isap efektif sekitar 7–9 meter, tergantung spesifikasi dan kondisi pemasangan.
Sementara itu, jet pump dirancang untuk mengambil air dari sumur yang lebih dalam.
Dengan sistem ejektor, jenis pompa ini dapat menjangkau kedalaman yang lebih besar sesuai kemampuan modelnya.
2. Konsumsi Listrik
Pompa sumur dangkal umumnya membutuhkan daya listrik lebih rendah sehingga cocok untuk rumah tangga dengan kebutuhan air standar.
Sebaliknya, jet pump biasanya menggunakan daya lebih besar karena harus mengangkat air dari kedalaman yang lebih jauh.