- Industri alas kaki memanfaatkan kulit babi karena memiliki karakteristik yang lentur, tahan lama, dan sering diolah menjadi suede.
- Ciri fisik utama sepatu berbahan kulit babi adalah pola pori-pori yang membentuk segitiga serta berulang di permukaan.
- Konsumen dapat memastikan asal bahan sepatu melalui label produk, deskripsi resmi, atau informasi langsung dari produsen.
Selain berbentuk segitiga, pori-pori kulit babi biasanya tersebar di berbagai bagian permukaan material.
Laman Leather Neo menjelaskan bahwa kelompok pori-pori tersebut menjadi salah satu karakteristik visual yang membedakan kulit babi dari sejumlah jenis kulit hewan lainnya.
Meski begitu, pola pori-pori tidak selalu terlihat jelas pada setiap sepatu. Proses penyamakan, pewarnaan, pengamplasan, dan pemberian lapisan pelindung dapat menyamarkan tekstur alami kulit sehingga pemeriksaan visual saja belum tentu memberikan hasil pasti.
3. Teksturnya Dapat Terasa Lembut dan Lentur
Kulit babi juga dikenal memiliki tekstur yang relatif lentur dan fleksibel. Melansir Leather Neo, bahan ini memiliki serat yang kuat meskipun relatif tipis, sehingga dapat digunakan untuk membuat berbagai produk, termasuk sepatu.
Jika diolah menjadi suede, kulit babi dapat terasa lembut dengan permukaan berbulu halus. Namun, tekstur tersebut bukan ciri khusus kulit babi karena suede juga bisa dibuat dari kulit domba, kambing, sapi, dan hewan lainnya.
4. Sering Digunakan sebagai Bahan Suede
Kulit babi cukup sering digunakan untuk membuat suede, yaitu bahan kulit dengan permukaan lembut menyerupai beludru.
Menurut Shoes and Care, karakteristik serat dan teksturnya membuat bahan ini cocok digunakan untuk berbagai jenis alas kaki.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua sepatu suede terbuat dari kulit babi. Perhatikan pola pori-porinya dan periksa informasi material yang diberikan produsen untuk mendapatkan petunjuk yang lebih akurat.
5. Periksa Label dan Informasi Material Sepatu
Cara paling praktis untuk mengetahui asal bahan sepatu adalah memeriksa label, deskripsi produk, atau keterangan resmi dari produsen.
Istilah seperti pig skin, pig leather, dan pig suede menunjukkan penggunaan kulit babi pada bagian produk yang disebutkan.
Perlu diingat bahwa satu sepatu dapat menggunakan beberapa material sekaligus, misalnya kulit babi pada lapisan dalam dan bahan sintetis pada bagian luar.
Jika informasi bahan tidak lengkap, tanyakan langsung kepada penjual atau layanan pelanggan merek terkait.
Pada akhirnya, pola tiga pori yang membentuk segitiga dapat menjadi petunjuk awal untuk mengenali kulit babi, tetapi bukan bukti mutlak.
Jika kepastian asal bahan sangat penting, utamakan informasi resmi produsen atau pemeriksaan material menggunakan metode identifikasi profesional.