- Tempe kini dikembangkan menjadi beragam produk pangan praktis, termasuk camilan berbasis protein nabati.
- Inovasi ini menjawab kebutuhan konsumen akan pilihan makanan yang praktis dengan kandungan gizi yang diperhatikan.
- Pengembangan produk berbahan lokal juga membuka peluang bagi pangan Indonesia untuk menjangkau pasar internasional.
Peluang tersebut terlihat dari kesepakatan antara perusahaan pangan Indonesia, PT Inti Food Sejahtera, dan sebuah perusahaan berbasis di Australia. Dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), yang disaksikan Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney.
Dalam kesepakatan tersebut, mitra distribusi Australia menyatakan komitmen pembelian produk protein bar senilai US$1 juta untuk periode 2026–2027.
Kesepakatan ini menunjukkan adanya peluang bagi produk pangan berbasis bahan lokal untuk memasuki pasar yang lebih luas. Meski begitu, pengembangan pasar internasional tetap membutuhkan konsistensi kualitas, pemenuhan standar keamanan pangan, serta penyesuaian terhadap selera dan kebutuhan konsumen di negara tujuan.
Produk protein bar berbahan tempe yang dikembangkan perusahaan tersebut diberi nama TEMPBAR. Setiap batang dengan berat 50 gram mengandung 15 gram protein, 2 gram gula, dan 4 gram serat, serta tersedia dalam tiga varian rasa, yakni Chocolate, Matcha, dan Salted Caramel.
Inovasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana tempe dapat dikembangkan melampaui bentuk olahan tradisional, sekaligus membuka ruang baru bagi bahan pangan Indonesia dalam industri camilan bernutrisi.