Profil Sally Rooney, Penulis yang Bukunya Dilarang di Inggris Karena Pro Palestina

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:24 WIB
Sally Rooney (dok. Faber)
BACA 10 DETIK
  • Penulis asal Irlandia, Sally Rooney, menghadapi pelarangan buku di Inggris pada Oktober 2026 karena mendukung Palestina.
  • Penerbit Faber menghentikan pasokan karya Rooney di Inggris agar tidak melanggar undang-undang antiterorisme negara tersebut.
  • Rooney berencana mengalokasikan royalti penjualannya untuk mendukung Palestine Action yang dianggap sebagai kelompok teroris di Inggris.

Kelompok tersebut dilarang sebagai organisasi teroris di Inggris pada Juli 2025 setelah melakukan aksi-aksi yang menargetkan perusahaan pertahanan terkait Israel, termasuk insiden di pangkalan Royal Air Force.

Rooney, yang tinggal di Republik Irlandia di mana kelompok tersebut tidak dilarang, menyatakan niatnya untuk terus mendukung Palestine Action dengan menggunakan royalti dari buku-bukunya.

Akibat pernyataan tersebut, pada Oktober 2026 penerbit Inggrisnya, Faber, memutuskan untuk tidak lagi memasok karya-karya Rooney di Inggris dalam format apa pun.

Keputusan tersebut diambil karena undang-undang antiterorisme Inggris membuat penerbit tidak dapat menyerahkan penghasilan dari penjualan di Inggris kepada Rooney, yang berencana mengalokasikannya untuk mendukung kelompok terlarang itu.

Rooney sendiri menyatakan bahwa ia telah jujur tentang keyakinannya dan siap menerima konsekuensinya.

Keputusan penghentian pasokan buku Rooney di Inggris memicu perdebatan luas tentang kebebasan berekspresi, sensor, dan batasan dukungan politik bagi seniman. Buku-buku seperti Normal People, Conversations with Friends, Beautiful World, Where Are You, dan Intermezzo tidak lagi dipasok baru ke toko buku Inggris, meskipun stok lama masih dapat dijual.

Di luar Inggris, karya-karyanya tetap tersedia dan terus dibaca. Profil Sally Rooney dengan demikian tidak hanya mencerminkan perjalanan seorang penulis berbakat yang meraih kesuksesan global, tetapi juga keberaniannya dalam mendukung kebebasan Palestina.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com