Wisata Ramah Muslim Makin Diminati, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Destinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:53 WIB
Ilustrasi wisatawan Muslim. (Freepik)
BACA 10 DETIK
  • Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026 mencatat wisatawan Muslim internasional mencapai 196 juta orang pada 2025.
  • ASTINDO menggelar AMTF 2026 pada 16–18 Oktober 2026 di Kota Kasablanka Jakarta untuk menyediakan paket wisata ramah Muslim.
  • BCA dan BCA Syariah mendukung acara tersebut dengan menawarkan cashback hingga Rp1 juta serta cicilan 0 persen.

Suara.com - Bagi wisatawan Muslim, ketersediaan makanan halal, tempat ibadah, hingga kemudahan memperoleh informasi menjadi sejumlah pertimbangan saat merencanakan perjalanan wisata.

Kebutuhan tersebut mendorong berkembangnya wisata ramah Muslim atau Muslim-friendly tourism.

Konsep ini tidak terbatas pada negara dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi juga mencakup destinasi yang menyediakan fasilitas dan layanan untuk mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.

Menurut Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026, jumlah wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 196 juta orang pada 2025, meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut diproyeksikan tumbuh menjadi 262 juta pada 2030.

Indonesia menempati peringkat kedua bersama Turki dan Arab Saudi sebagai destinasi ramah Muslim terkemuka dalam indeks tersebut. Perkembangan ini menunjukkan besarnya potensi pasar wisata ramah Muslim sekaligus meningkatnya perhatian terhadap kebutuhan wisatawan dalam merencanakan perjalanan.

Selain memastikan ketersediaan makanan halal dan fasilitas ibadah, wisatawan juga perlu mempertimbangkan keamanan, akses transportasi, kemudahan mendapatkan informasi, serta karakter destinasi yang ingin dikunjungi. Informasi yang tepat dapat membantu wisatawan menyusun perjalanan sesuai kebutuhan dan anggaran.

ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair (AMTF) 2026. (Dok. Ist)

Untuk membantu masyarakat menemukan pilihan perjalanan tersebut, Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) menggelar ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair (AMTF) 2026 pada 16–18 Oktober 2026 di Main Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta.

Pameran ini menghadirkan beragam pilihan paket wisata domestik dan mancanegara, termasuk destinasi dengan penduduk Muslim minoritas. Pengunjung dapat mencari inspirasi perjalanan sekaligus berkonsultasi dengan agen perjalanan mengenai pilihan destinasi, layanan, dan kebutuhan selama liburan.

Ketua Umum ASTINDO Pauline Suharno mengatakan, wisata ramah Muslim memiliki potensi besar, baik bagi Indonesia sebagai negara tujuan wisata maupun sebagai pasar wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai belahan dunia.

Menurut dia, tantangan industri bukan hanya menyediakan paket perjalanan, tetapi juga memastikan wisatawan memperoleh informasi yang tepat serta layanan yang mendukung kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.

AMTF 2026 turut didukung sejumlah mitra industri, termasuk BCA dan BCA Syariah sebagai mitra perbankan. BCA menghadirkan penawaran transaksi berupa cashback hingga Rp1 juta dan fasilitas cicilan 0 persen dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan. Sementara itu, BCAinsurance menawarkan potongan premi hingga 15 persen bagi nasabah serta suvenir untuk pembelian produk asuransi perjalanan dengan premi minimal Rp500 ribu.

Melalui beragam pilihan destinasi dan layanan yang tersedia, wisata ramah Muslim diharapkan semakin mudah diakses oleh masyarakat. Dengan perencanaan yang matang, wisatawan dapat menikmati pengalaman baru tanpa mengabaikan kebutuhan dan kenyamanan selama bepergian.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com