Peluang Karier di Industri Data Center Terbuka, Keterampilan Apa yang Dibutuhkan?

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:40 WIB
Quality Training Center. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Pertumbuhan industri data center membuka peluang karier bagi tenaga teknik, khususnya lulusan mesin, kelistrikan, dan elektro.
  • Selain pengetahuan dasar, pengalaman praktik dan pemahaman terhadap sistem teknis seperti kelistrikan, proteksi kebakaran, dan Building Management System menjadi bekal penting untuk memasuki industri ini.
  • Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pengalaman langsung diperlukan agar tenaga teknik Indonesia siap memenuhi kebutuhan industri data center yang terus berkembang.

Pertumbuhan ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja untuk pembangunan fasilitas, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu mendukung pengoperasian dan pemeliharaan sistem setelah data center mulai beroperasi.

Pelatihan Praktik untuk Meningkatkan Kompetensi

Salah satu tantangan dalam menyiapkan tenaga kerja adalah memberikan kesempatan bagi calon engineer untuk mengenal sistem yang digunakan di industri secara langsung. Pelatihan berbasis praktik dapat membantu menjembatani pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Tedi mengatakan, perusahaan membuka peluang kerja sama dengan sekolah kejuruan, SMK, dan perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga teknik.

Program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dan lulusan baru memahami kebutuhan industri sebelum terlibat dalam proyek.

“Kami berharap engineer-engineer Indonesia mempunyai kemampuan yang tinggi sesuai kebutuhan pasar global terutama di data center,” kata Tedi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Maxon Prime Technology meresmikan Quality Training Center di Cikarang pada Jumat (16/10/2026).

Fasilitas ini menyediakan pelatihan menggunakan sejumlah sistem yang beroperasi secara langsung (live system), termasuk sistem proteksi kebakaran, BMS, dan pump room yang terintegrasi dengan BMS.

Melalui fasilitas ini, peserta dapat mempelajari cara kerja sistem teknis dan memahami penerapannya dalam operasional data center.

Pada tahap awal, pelatihan diprioritaskan bagi karyawan internal, tetapi perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal.

Selain pusat pelatihan, perusahaan menghadirkan DFMA Workshop (Design for Manufacturing and Assembly), yang mengintegrasikan proses fabrikasi, perakitan, dan pengujian komponen sebelum dipasang di lokasi proyek. Metode ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi konstruksi dan mengurangi pekerjaan ulang di lapangan.

Perusahaan menyebut kombinasi DFMA Workshop dan Quality Training Center dengan sistem live system tersebut sebagai yang pertama di Indonesia yang secara khusus mendukung kebutuhan konstruksi data center.

Dengan pertumbuhan industri data center yang terus membuka kebutuhan baru, penguasaan keterampilan teknis dan pengalaman praktik dapat menjadi modal bagi tenaga teknik Indonesia untuk memperluas peluang karier sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri di masa mendatang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com