Kenapa Eyeliner Bikin Mata Perih dan Gatal? Ini Penyebabnya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:34 WIB
Ilustrasi winged eyeliner. (Pexels/Aleks)
BACA 10 DETIK
  • Penggunaan eyeliner dapat menyebabkan iritasi pada kelopak mata.
  • Mengaplikasikan eyeliner pada garis dalam mata atau menggunakan produk kedaluwarsa berisiko menyumbat kelenjar minyak dan memicu infeksi.
  • Pemilik mata sensitif disarankan memilih formula hipoalergenik.

Suara.com - Eyeliner menjadi salah satu produk makeup andalan untuk mempertegas bentuk mata. Namun, sebagian orang justru mengalami mata perih, gatal, berair, atau kelopak mata kemerahan setelah menggunakannya.

Kondisi ini bisa terjadi karena iritasi, reaksi alergi terhadap kandungan kosmetik, atau cara pemakaian yang kurang tepat.

Menurut DermNet New Zealand, kosmetik mata seperti eyeliner, maskara, dan eyeshadow dapat memicu dermatitis kontak pada kelopak mata. Reaksi tersebut dapat menimbulkan rasa gatal, perih, sensasi terbakar, hingga pembengkakan.

Lantas, kenapa eyeliner bikin mata perih dan gatal, serta bagaimana cara memilih produk yang lebih aman untuk mata sensitif? Berikut penjelasannya.

1. Reaksi Alergi dan Dermatitis Kontak

Penyebab paling umum dari mata gatal dan perih akibat eyeliner adalah reaksi alergi atau dermatitis kontak sensitivitas.

Kulit di sekitar area mata merupakan lapisan kulit tertipis di tubuh, sehingga sangat sensitif terhadap bahan kimia tertentu.

Kandungan seperti pengawet (misalnya paraben dan thimerosal), pewangi sintetis, pigmen warna seperti oksida besi atau pewarna karsinogenik sintetis, serta nickel sering kali menjadi pemicu utama iritasi.

2. Penyumbatan Kelenjar Meibom (Waterlining)

Banyak orang suka mengaplikasikan eyeliner pada area waterline (garis bagian dalam bulu mata). Menurut studi dari American Academy of Ophthalmology (AAO), kebiasaan ini berisiko memindahkan partikel makeup langsung ke dalam lapisan air mata (tear film).

Akibatnya, kelenjar Meibom, kelenjar minyak kecil di tepi kelopak mata, dapat tersumbat. Penyumbatan ini menyebabkan gangguan produksi air mata, memicu mata kering, rasa gatal, dan perih yang menusuk.

3. Kontaminasi Bakteri dan Produk Kedaluwarsa

Eyeliner, terutama jenis cair dan gel, menyediakan lingkungan yang lembap bagi bakteri untuk berkembang biak.

Penggunaan eyeliner yang sudah melewati masa simpan (umumnya 3–6 bulan setelah dibuka) dapat memindahkan bakteri seperti Staphylococcus aureus langsung ke jaringan sensitif mata, yang berpotensi menyebabkan infeksi seperti konjungtivitis (mata merah) atau blefaritis.

Cara Memilih Eyeliner yang Tepat untuk Mata Sensitif

Jika kamu memiliki mata sensitif, bukan berarti harus meninggalkan eyeliner sepenuhnya. Cukup pilih produk yang tepat dengan panduan berikut:

  • Pilih Formula Hypoallergenic dan Teruji Oftalmologi: Pastikan label kemasan mencantumkan keterangan hypoallergenic, fragrance-free, dan ophthalmologist-tested (telah diuji oleh dokter spesialis mata).
  • Hindari Bahan Iritan Utama: Periksa daftar komposisi (ingredients). Hindari produk yang mengandung paraben, phthalates, formaldehida, alkohol terdenaturasi, dan pewangi sintetis.
  • Gunakan Eyeliner Pensil Daripada Cair: Eyeliner jenis pensil kayu (yang dapat diraut) cenderung lebih higienis karena bagian ujungnya yang terpapar udara terus diperbarui saat diraut. Selain itu, pangkas risiko penumpukan bakteri dibanding formula cair berbasis air.
  • Hindari Penggunaan pada Waterline: Aplikasikan eyeliner tepat di luar garis tumbuh bulu mata, bukan di bagian dalam kelopak mata, untuk menjaga saluran kelenjar minyak mata tetap bersih.

Perlu diingat apabila eyeliner menimbulkan rasa gatal dan perih, segera hentikan pemakaian dan bersihkan makeup dengan lembut tanpa menggosok mata. Hindari mencoba produk mata lain sampai gejala mereda. Jika eyeliner masuk ke mata, bilas dengan air bersih mengalir.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com