Setelah Pakai Cushion Pakai Bedak Apa Biar Tidak Patchy? Ini Tips agar Makeup Flawless

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi penggunaan cushion (pexels)
BACA 10 DETIK
  • Penggunaan bedak tabur, translucent, atau padat setelah cushion dapat mengunci makeup agar tidak mudah bergeser.
  • Kondisi kulit kering, skincare belum meresap, serta produk terlalu tebal dapat menyebabkan makeup menjadi patchy.
  • Pengaplikasian skincare, cushion secara tipis, dan bedak secukupnya mampu menghasilkan tampilan wajah yang halus.

Suara.com - Cushion menjadi salah satu produk complexion favorit karena praktis digunakan dan mampu meratakan warna kulit dalam waktu singkat. Namun, penggunaan cushion terkadang menimbulkan masalah, seperti makeup terlihat patchy, menggumpal, cakey, atau pecah di beberapa area wajah.

Salah satu cara untuk membantu mengunci cushion adalah menggunakan bedak setelahnya. Meski begitu, pemilihan jenis bedak dan teknik pengaplikasiannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit agar hasil makeup tetap halus.

Lantas, setelah pakai cushion pakai bedak apa biar tidak patchy? Bedak tabur atau loose powder umumnya menjadi pilihan yang tepat karena teksturnya ringan dan dapat membantu mengontrol minyak berlebih. Namun, pemilik kulit kering perlu lebih berhati-hati agar bedak tidak mempertegas area kulit yang mengelupas.

Berikut panduan memilih bedak setelah cushion dan cara menggunakannya agar hasil makeup lebih mulus.

Setelah Pakai Cushion Pakai Bedak Apa?

Ada beberapa jenis bedak yang bisa digunakan setelah cushion. Pilihan terbaik bergantung pada jenis kulit, formula cushion, serta hasil akhir makeup yang diinginkan.

1. Bedak Tabur atau Loose Powder

ilustrasi loose powder terbaik (freepik)

Bedak tabur merupakan pilihan yang paling umum digunakan setelah cushion. Teksturnya yang halus membantu mengunci lapisan complexion, mengurangi kilap, dan membuat makeup lebih tahan lama.

Jenis bedak ini cocok untuk pemilik kulit berminyak yang sering mengalami cushion bergeser atau luntur di area hidung, dahi, dan dagu.

Agar tidak patchy, pilih loose powder dengan tekstur ringan dan aplikasikan sedikit demi sedikit. Gunakan puff atau kuas yang bersih, kemudian tepuk atau sapukan perlahan tanpa menggeser lapisan cushion.

Untuk kulit kering, penggunaan bedak tabur sebaiknya dibatasi pada area yang benar-benar membutuhkan penguncian, terutama jika bagian pipi mudah mengelupas.

2. Bedak Translucent

Instaperfect Real Skin Filter Powder Translucent

Bedak translucent cocok untuk kamu yang ingin mengunci cushion tanpa menambahkan banyak warna pada wajah. Bedak ini umumnya dirancang untuk memberikan hasil akhir yang ringan sehingga warna cushion tetap terlihat.

Namun, translucent powder tidak selalu cocok untuk semua orang. Beberapa formula dapat meninggalkan efek putih atau abu-abu jika digunakan terlalu banyak, terutama saat terkena flash kamera.

Supaya hasilnya tetap natural, gunakan bedak secara tipis dan pastikan formulanya sesuai dengan warna kulit serta cushion yang digunakan.

3. Bedak Padat atau Compact Powder

ilustrasi bedak padat (magnific)

Bedak padat juga bisa digunakan setelah cushion, terutama untuk touch-up atau mendapatkan hasil akhir yang lebih matte.

Namun, perlu diperhatikan bahwa compact powder tertentu memiliki coverage tambahan. Jika cushion yang digunakan sudah memberikan daya tutup tinggi, penambahan bedak padat secara berlebihan dapat membuat makeup terlihat tebal dan cakey.

Pilih bedak padat dengan tekstur ringan jika ingin mempertahankan hasil makeup natural. Aplikasikan menggunakan spons atau puff dengan gerakan menekan lembut, bukan menggosok wajah.

Mengapa Makeup Setelah Cushion Bisa Patchy?

Patchy merupakan kondisi ketika makeup terlihat tidak merata, menggumpal di beberapa titik, atau membentuk bagian yang tampak berbeda dari area wajah lainnya.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan masalah tersebut.

1. Kulit Terlalu Kering
Kulit yang mengalami dehidrasi atau memiliki bagian yang mengelupas dapat membuat cushion menempel tidak merata. Bedak yang terlalu banyak juga berpotensi memperjelas tekstur tersebut.

Untuk mengatasinya, gunakan pelembap sesuai kebutuhan kulit sebelum makeup. Jika terdapat bagian yang mengelupas, hindari menggosoknya secara berlebihan.

2. Skincare Belum Meresap
Penggunaan skincare yang terlalu berdekatan dengan aplikasi makeup bisa membuat lapisan produk belum menyatu dengan baik. Akibatnya, cushion berpotensi bergeser atau menggumpal saat diratakan.

Setelah menggunakan pelembap dan sunscreen, beri waktu agar produk meresap sebelum melanjutkan ke tahap makeup. Waktu tunggunya bisa berbeda tergantung formula dan jumlah produk yang digunakan.

3. Cushion Diaplikasikan Terlalu Tebal
Menggunakan cushion terlalu banyak dalam satu kali aplikasi bisa membuat lapisan makeup menumpuk. Ketika ditambah bedak, hasilnya berisiko terlihat berat dan tidak merata.

Sebaiknya, ambil cushion sedikit demi sedikit menggunakan puff. Tepuk perlahan dari bagian tengah wajah ke arah luar, kemudian tambahkan lapisan tipis hanya pada area yang membutuhkan coverage ekstra.

4. Bedak Digunakan Terlalu Banyak
Bedak berfungsi membantu mengunci makeup dan mengontrol kilap, tetapi pemakaian berlebihan dapat membuat wajah terlihat kering atau cakey.

Gunakan bedak secukupnya, terutama pada area yang mudah berminyak. Jika cushion sudah memberikan hasil akhir matte dan tidak mudah bergeser, kamu mungkin tidak membutuhkan banyak bedak tambahan.

5. Produk Makeup Tidak Cocok Saat Dilapiskan
Setiap produk memiliki formula yang berbeda. Kombinasi skincare, sunscreen, primer, cushion, dan bedak tertentu terkadang menghasilkan lapisan yang menggumpal atau sulit menyatu.

Jika masalah terus muncul, coba sederhanakan rangkaian makeup dan gunakan setiap produk dalam lapisan tipis. Perhatikan juga apakah masalah muncul setelah menggunakan produk tertentu.

Urutan Memakai Cushion dan Bedak agar Tidak Patchy

Agar makeup terlihat lebih halus, ikuti urutan berikut.

  1. Bersihkan wajah. Gunakan pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit untuk mengangkat minyak dan kotoran.
  2. Gunakan skincare. Aplikasikan pelembap dan, pada pagi hari, sunscreen. Tunggu hingga lapisannya cukup meresap.
  3. Aplikasikan primer jika diperlukan. Pilih primer sesuai kebutuhan kulit, misalnya primer pengontrol minyak untuk area yang mudah mengilap.
  4. Gunakan cushion tipis-tipis. Tekan puff secukupnya pada cushion, lalu tepuk perlahan ke wajah. Hindari menggosok atau menggeser puff.
  5. Tunggu cushion menyatu. Beri waktu singkat agar lapisan cushion tidak terlalu basah sebelum menggunakan bedak.
  6. Aplikasikan bedak secara tipis. Tekan puff dengan lembut pada area yang mudah berminyak. Untuk kulit kering, gunakan lebih sedikit atau lewati area yang mudah mengelupas.
  7. Periksa hasil akhir. Jika masih ada area yang kurang rata, perbaiki secara perlahan tanpa menambahkan terlalu banyak produk.

Tips agar Cushion dan Bedak Tidak Menggumpal

Selain memilih bedak yang tepat, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko makeup patchy.

  • Jangan menumpuk terlalu banyak lapisan. Gunakan skincare, cushion, dan bedak secukupnya agar complexion tidak terasa berat.
  • Gunakan aplikator yang bersih. Puff cushion dan puff bedak yang kotor dapat membawa minyak serta sisa produk yang mengganggu hasil aplikasi.
  • Jangan menggosok wajah saat memakai bedak. Gerakan menekan atau menepuk perlahan membantu mengurangi risiko cushion bergeser.
  • Sesuaikan bedak dengan area wajah. Area T-zone biasanya membutuhkan lebih banyak kontrol minyak dibandingkan pipi yang kering.
  • Hindari menambahkan bedak langsung di atas wajah yang sangat berminyak. Tekan minyak berlebih terlebih dahulu menggunakan kertas minyak, kemudian aplikasikan bedak tipis jika diperlukan.
  • Jangan memaksakan hasil matte pada kulit yang kering. Jika kulit sudah terasa tertarik atau mengelupas, penggunaan bedak berlebihan dapat membuat teksturnya semakin terlihat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com