Suara.com - Usia yang masih belasan tahun bukan halangan bagi lima remaja kelompok Nada Kasih untuk berbuat kebaikan bagi orang lain. Talenta mereka di bidang musik jadi cara membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan kesehatan, melalui konser amal bertajuk Harapan dalam Harmoni. Dari panggung musik yang digelar Minggu pekan lalu 11 Oktober 2026, Nada Kasih menghimpun donasi sebesar Rp 414 juta yang kemudian disalurkan kepada Let's Share Home, rumah singgah bagi pasien anak dari berbagai daerahdi Indonesia yang menjalani pengobatan di Jakarta.
Sepekan setelah Konser, Minggu 18 Oktober 2026, donasi tersebut diserahkan buat anak-anak yang berobat hingga sembuh sepenuhnya di sebuah rumah dua lantai dengan empat kamar. Di rumah itu ada sekitar 30 anak yang masih menjalani perawatan setelah operasi dan pengobatan lainnya.
Inilah wujud kepedulian Nada Kasih terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, terutama merekayang membutuhkan dukungan medis dan harus menempuhperjalanan jauh demi memperoleh perawatan. Tak sekadarmenyerahkan bantuan dana, para anggota Nada Kasih juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan anak-anak di rumah singgah melalui kegiatan bermain bersama, menyanyi bersama lagu Laskar Pelangi, dan merayakan ulang tahun Aisyah. Aisyah mendapat kado spesial, kue tart berlapis cokelat kegemarannya.
Nada Kasih beranggota founder sekaligus Chair, Kinsella Chelsy Wong, dan co founder Felicia A.Siamir. Lalu ada Petra Sosrosaputro, Amanda Haryono dan Candice Alyson Fendrawan.
Mereka memutuskan untuk menyalurkan hasil konser amalkepada Let's Share Home karena didasari kesamaan visi dan misidalam membantu anak-anak yang membutuhkan. "Kami merasa sangat sejalan dengan visi dan misi Let's Share. Selain itu, kami juga sangat tersentuh dengan anak-anak di sini yang tetap ceria meski dalam kondisi terbatas," tutur Kinsella.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak terbatas pada donasi berupa uang. Nada Kasih juga berupaya membantumemenuhi kebutuhan anak-anak melalui pemberian susu, makanan, hingga mainan. Dalam kunjungan kali ini, bantuantersebut sekaligus menjadi bagian dari kebersamaan untukmerayakan ulang tahun Aisyah.
Bagi Kinsella dan anggota Nada Kasih lainnya, kegiatan inimenjadi kesempatan untuk memberikan manfaat secaralangsung kepada anak-anak yang membutuhkan. Ia berharapdukungan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi awal darikerja sama jangka panjang dengan Let's Share Home.
Dalam kesempatan yang sama, Founder Let's Share Home, dr. Rininta Christabella menyampaikan apresiasinya atas bantuanyang diberikan Nada Kasih. Menurutnya, bantuan dari para donatur memiliki peran penting dalam menjagakeberlangsungan layanan bagi anak-anak yang harusmenjalani pengobatan jauh dari kampung halaman.
Let's Share didirikan pada 2015 untuk membantu anak-anakyang lahir dengan kelainan bawaan maupun mengalamikondisi yang didapat dan membutuhkan tindakan operasi. Melalui Let's Share Home, yayasan menyediakan tempatsinggah bagi pasien anak dari berbagai wilayah di Indonesia yang perlu datang ke Jakarta untuk mendapatkan perawatanmedis.
Rumah singgah ini menjadi tempat tinggal sementara agar pasien dapat berada lebih dekat dengan rumah sakit selamamenjalani pengobatan. Mengingat sebagian keluarga berasaldari daerah yang jauh, mereka tidak hanya membutuhkanakses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di ibu kota.
"Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Harapannya, dukungan ini bisa berkelanjutan sehingga kami dapat terus membantu para pasien, terutama anak-anak yang membutuhkan dari seluruh Indonesia," ujar dr. Bella.
dr. Bella menjelaskan, jumlah anak yang mendapatkanpendampingan di Let's Share Home berubah sesuai dengankebutuhan pasien yang datang dan menyelesaikanpengobatan. Saat ini, terdapat sekitar 35 anak dalam pendampingan, baik yang tinggal di rumah singgah maupunyang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pasien yang dibantu berasal dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Nias dan daerah lain yang jauh dari Jakarta. Mereka mendapatkan dukungan berupa transportasi menuju Jakarta, tempat tinggal, serta biaya hidup selama menjalani proses pengobatan. Dalam kondisi tertentu, pendampingan dapatberlangsung hingga satu tahun.
Selain membantu kebutuhan tempat tinggal dan transportasi, Let's Share juga berupaya memenuhi kebutuhan medismaupun nonmedis yang belum ditanggung oleh jaminankesehatan. Bantuan tersebut meliputi biaya perjalanan, kebutuhan hidup, popok, susu, hingga alat bantu medis seperti tongkat dan kursi roda, serta obat-obatan tertentu yang membutuhkan biaya besar.
Bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga denganketerbatasan ekonomi, bantuan tersebut dapat menjadidukungan penting agar proses pengobatan dapat dijalanidengan lebih baik. Karena itu, Let's Share bekerja samadengan sejumlah rumah sakit dan menerapkan proses seleksiuntuk memastikan bantuan diberikan kepada pasien yang benar-benar membutuhkan.
Di balik kegiatan pendampingan tersebut, Let's Share Home juga memiliki harapan jangka panjang untuk mempunyai rumah singgah sendiri. Selama ini, tempat yang digunakanmasih berstatus sewa. Kepemilikan bangunan diharapkandapat membantu yayasan menjaga keberlanjutan layanan dan menyediakan tempat tinggal bagi pasien anak yang membutuhkan.
dr. Bella berharap, semakin banyak pihak yang tergerak untukmendukung kegiatan sosial, termasuk generasi muda. Menurutnya, kontribusi untuk membantu anak-anak yang membutuhkan tidak harus selalu berbentuk uang, tetapi juga dapat berupa tenaga, pemikiran, waktu, dan kepedulian.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang diusung Let's Share, yakni "Keep inspiring and help people and spread love". Melalui pesan ini, masyarakat diajak untuk terusmenginspirasi, membantu sesama, dan menyebarkan kasihmelalui tindakan nyata.***