- Pendiri Running Rage Adystra Bimo menyatakan kultur olahraga rekreasional di Indonesia berubah signifikan dalam 15 tahun terakhir.
- CEO JUNI Group Adry Boim meluncurkan inisiatif Recreational Athletes Club guna menyediakan produk pakaian olahraga yang mengutamakan kenyamanan.
- Recreational Athletes Club mengadakan pameran produk di Toko Kopi TUKU Cipete dan Gelora Bung Karno pada Oktober 2026.
Suara.com - Berolahraga tak selalu harus mengenakan pakaian khusus yang terlihat sporty. Untuk aktivitas seperti lari santai, jalan kaki, atau olahraga bersama komunitas, kenyamanan bergerak justru menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.
Seiring berkembangnya olahraga rekreasional, kebutuhan pakaian olahraga pun semakin beragam. Masyarakat tidak selalu berorientasi pada performa atau pencapaian target tertentu, tetapi juga ingin menikmati aktivitas fisik tanpa merasa terbebani.
Olahraga kini juga menjadi cara untuk melepas penat setelah bekerja, bertemu teman, hingga membangun kebiasaan hidup aktif. Karena itu, pakaian olahraga yang nyaman dan fleksibel semakin relevan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Founder Running Rage dan Jakarta Running Festival, Adystra Bimo, mengatakan, kultur olahraga rekreasional di Indonesia telah mengalami transformasi besar dalam 15 tahun terakhir.
Menurut dia, motivasi masyarakat untuk berolahraga tidak lagi terbatas pada menjaga kesehatan atau mengejar pencapaian personal. Aktivitas ini juga menjadi sarana memperluas pertemanan dan membangun rasa memiliki dalam komunitas.
“Motivasi orang berolahraga saat ini sudah sangat beragam mulai dari menjaga kesehatan, pencapaian personal, hingga mencari jejaring pertemanan dan rasa saling memiliki (sense of belonging),” ujar Adystra.
Perkembangan tersebut turut membuka peluang bagi produk pakaian olahraga yang mengutamakan fungsi, kenyamanan, dan estetika. Dengan begitu, sportwear tidak hanya ditujukan bagi atlet profesional, tetapi juga masyarakat yang ingin tetap aktif dengan cara mereka sendiri.
Pendekatan ini diangkat melalui Recreational Athletes Club (RAC), inisiatif yang mengusung semangat Find Fun in the Chaos. RAC mengajak masyarakat menemukan kesenangan dalam bergerak di tengah kesibukan, tanpa harus menjadikan olahraga sebagai ajang mengejar performa.
CEO JUNI Group, Adry Boim, mengatakan, gagasan RAC berangkat dari pengalamannya di industri musik dan kreatif. Di tengah rutinitas yang dinamis, olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga energi dan keseimbangan hidup.
“RAC lahir dari pengalaman dan keresahan personal akan perlunya produk serta wadah olahraga yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, tanpa harus merasa terbebani oleh target performa profesional,” kata Adry.
RAC dikembangkan dengan pendekatan multi-olahraga agar dapat menjangkau masyarakat dengan berbagai minat dan tingkat kemampuan. Koleksinya dirancang untuk memadukan kebutuhan fungsional dengan tampilan yang tetap memperhatikan estetika.
Untuk memperkenalkan koleksinya, RAC menghadirkan pop-up store di Toko Kopi TUKU Cipete pada 21–22 Oktober 2026 dan TUKU Gelora Bung Karno (GBK) pada 23 Oktober 2026. Pengunjung dapat melihat, mencoba, dan membeli produk activewear secara langsung.
RAC merupakan inisiatif JUNE Active Studio di bawah JUNI Goods yang berkolaborasi dengan GUDS Bali, brand independen asal Bali yang didirikan Vino Tamaela. Kolaborasi ini didukung TUKU sebagai ruang pertemuan komunitas dan masyarakat urban.