- Teori kontinuitas mimpi oleh Calvin Hall dan William Domhoff menyatakan isi mimpi adalah refleksi kecemasan alam sadar.
- Penelitian Dylan Selterman menunjukkan mimpi perselingkuhan dapat memicu perubahan suasana hati dan jarak emosional sementara keesokan harinya.
- Lauri Loewenberg menjelaskan mimpi perselingkuhan merupakan metafora ketika waktu atau perhatian pasangan teralihkan oleh kesibukan lain.
Suara.com - Mimpi melihat pasangan berselingkuh dapat terasa sangat nyata dan meninggalkan kepanikan saat terbangun. Ketika hubungan asmara di dunia nyata sedang adem ayem, harmonis, dan tanpa konflik, kecemasan tersebut sering kali berlipat ganda.
Secara psikologis dan ilmiah, mimpi diselingkuhi hampir tidak pernah merupakan indikasi atau firasat bahwa pasangan Anda benar-benar curang.
Sebaliknya, alam bawah sadar Anda menggunakan "perselingkuhan" sebagai metafora visual untuk memproses emosi, kecemasan internal, atau dinamika abstrak dalam kehidupan sehari-hari.
Lantas apa arti mimpi diselingkuhi menurut tinjauan literatur psikologis? Berikut rangkuman beberapa pendapat ahli dan literatur psikologi.
1. Continuity Hypothesis (Teori Kontinuitas Mimpi)
Teori utama dalam penelitian mimpi modern yang dikembangkan oleh Calvin S. Hall dan G. William Domhoff (peneliti dari University of California, Santa Cruz) menyatakan bahwa isi mimpi merupakan refleksi/kelanjutan dari perhatian, emosi, dan kecemasan yang kita alami di alam sadar (waking life concerns).
Ketika Anda merasa cemas akan suatu hal, misalnya takut kehilangan kenyamanan saat ini, otak menggambarkan emosi takut tersebut ke dalam bentuk yang paling ekstrem dan emosional, yaitu pengkhianatan.
2. Riset Dampak Emosional Mimpi (Dylan Selterman et al.)
Dalam studi yang dipublikasikan oleh psikolog Dr. Dylan Selterman (University of Maryland) mengenai dampak mimpi terhadap hubungan interpersonal, ditemukan bahwa mimpi tentang perselingkuhan atau rasa cemburu sering kali memicu perubahan suasana hati (mood) pemimpi di keesokan harinya.
Pemimpi cenderung merasa kurang intim atau membawa jarak emosional sementara terhadap pasangannya, meskipun pasangannya tidak melakukan kesalahan apa pun di dunia nyata.
3. Analisis Analis Mimpi (Lauri Loewenberg)
Analis mimpi bersertifikat dan penulis buku psikologi mimpi, Lauri Quinn Loewenberg, menjelaskan bahwa mimpi perselingkuhan saat hubungan baik-baik saja biasanya berkaitan dengan "pihak ketiga" non-fisik.
"Kecurangan dalam mimpi jarang sekali tentang seks atau orang lain. Ini hampir selalu tentang perasaan bahwa waktu, perhatian, atau energi pasangan Anda telah dicuri oleh hal lain—seperti pekerjaan baru, hobi, game, atau kesibukan keluarga."
— Lauri Quinn Loewenberg, Dream Analyst
5 Penyebab Utama di Balik Mimpi Diselingkuhi
1. Perasaan Too Good to be True (Insecurity)
Saat hubungan berada di titik puncak keharmonisan, sebagian orang secara tidak sadar mengalami kecemasan terselubung: "Bagaimana kalau kebahagiaan ini tiba-tiba hilang?" Otak memvisualisasikan rasa takut akan kehilangan kontrol tersebut lewat skenario terburuk yang bisa dibayangkan.
2. Pasangan Sedang Terdistraksi Hal Lain
Pernahkah pasangan Anda belakangan ini sibuk dengan proyek kantor, bermain game, atau fokus pada hobi baru? Meskipun Anda memahami dan menyetujuinya di alam sadar, alam bawah sadar Anda merasa "dicuri" perhatian dan kasih sayangnya oleh aktivitas tersebut.
3. Merindukan Kualitas Hubungan (Quality Time)
Mimpi ini dapat berfungsi sebagai sinyal bahwa meskipun hubungan berjalan lancar, koneksi emosional atau intensitas quality time Anda berdua mengalami sedikit penurunan dibanding sebelumnya.
4. Bayangan Trauma atau Luka Lama
Jika Anda pernah diselingkuhi oleh mantan pasangan di masa lalu, atau tumbuh dalam lingkungan keluarga di mana ketidaksetiaan pernah terjadi, otak mempertahankan ingatan tersebut sebagai pertahanan diri (defense mechanism). Saat hubungan Anda saat ini makin serius, trauma lama itu dapat muncul kembali dalam bentuk mimpi ketakutan.
5. Pengalaman Visual yang Belum Terproses
Paparan media seperti menonton film dengan alur perselingkuhan, membaca artikel berita, atau mendengarkan curhatan teman sebelum tidur dapat membekas di memori jangka pendek otak. Otak memproses potongan informasi tersebut saat fase tidur REM (Random Eye Movement).