Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB
Ilustrasi belanja online (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Kebiasaan belanja masyarakat semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial, live shopping, dan marketplace.
  • Perubahan ini mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi penjualan melalui berbagai kanal digital.
  • Integrasi platform menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus menjawab kebutuhan konsumen.

Baskara Aji dari Accurate turut membahas pentingnya integrasi pembukuan keuangan, sedangkan Tomy Jaya dari Meta memaparkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam ekosistem periklanan digital.

Konferensi ini juga menghadirkan pembicara dari Blibli, Shopify, Lazada, dan Speeds yang berbagi perspektif mengenai strategi kampanye, perdagangan langsung ke konsumen, kemitraan platform, serta pengembangan brand lokal.

Melalui penyelenggaraan summit tersebut, BigSeller mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan perilaku konsumen.

BigSeller sendiri merupakan platform manajemen toko online berbasis Software as a Service (SaaS) yang menyediakan sistem pengelolaan operasional e-commerce, mulai dari pemrosesan pesanan, manajemen inventori, pengelolaan gudang, hingga pencatatan keuangan.

Perusahaan menyebut platformnya telah digunakan lebih dari 1,1 juta penjual di Asia Tenggara dan terintegrasi dengan 17 platform e-commerce utama, termasuk Shopee, TikTok Shop, dan Lazada.

Melalui pendekatan omnichannel, pelaku usaha diharapkan dapat mengelola berbagai kanal penjualan secara lebih efisien sekaligus mengikuti perubahan cara konsumen menemukan dan membeli produk di era digital.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com