Kasus penipuan diduga menimpa seorang pemilik toko grosir di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut). Korban, Elwi Gito, pun mengalami kerugian mencapai Rp500 juta.
Menurut utas yang ia bagikan di Twitter lewat akun @elwielwi, Kamis (22/12/2022), dirinya ditipu oleh oknum supervisor Mitra Tokopedia, salah satu layanan dari Tokopedia untuk pemilik toko, warung, dan para penjual produk digital.
"Dear orang2 baik di Twitter, aku mau cerita dan minta tolong. Bulan lalu, aku kena tipu sama salah satu oknum supervisor mitra Tokopedia, yg bernama M. Harfi Akbar. Kerugian lebih dari 500 juta.
Ini orangnya. Mohon bantu RT agar cepat ketangkap!
Twitter, please do your magic!" tulisnya sembari menyertakan foto pria berkacamata dengan pipi tembam, kumis, dan brewok tipis sampai ke leher.
Berdasarkan kronologi yang dibagikan Elwi, di awal tahun ini, toko grosirnya bekerja sama dengan Mitra Tokopedia sebagai penyedia barang bagi toko-toko lain di Kota Binjai.
"Selama berjalannya kerja sama ini, M. Harfi Akbar yang menawarkan dirinya buat mengantar barang ke toko pembeli. M Harfi Akbar ini juga yang akan mengambil uangnya dan menyetorkan ke saya keesokan harinya. Selama ini berjalan dengan baik. Uang yang disetor tidak pernah kurang," ungkap Elwi.
Lalu sampailah ke kejadian pada 10 November 2022. Terduga pelaku mengantarkan barang dagangan korban berupa rokok senilai Rp502.276.140.
Namun sampai saat ini, uang belum disetorkan, dan keberadaan pelaku tidak terdeteksi. Nomor ponselnya tak aktif, sedangkan akun WhatsApp juga dihapus.
Dua hari kemudian, pada 12 November, istri pelaku menelepon korban melalui nomor ponsel pelaku. Dari telepon itu, ia mengabarkan bahwa sang suami masih sakit, sehingga belum bisa menyetorkan uangnya.
Lagi, pada 14 November, istri pelaku menelepon korban untuk mengabarkan, suaminya belum sehat. Keesokannya, 15 November, nomor tersebut sudah tak bisa dihubungi.
Baca Juga: Jordi Amat Cs Ganyang Kamboja Di Piala AFF, Rusia Ikut Bangga: Uraaa!
"Tanggal 15 Nov siang, saya langsung menghubungi pihak mitra Tokopedia, perwakilan Medan. Saya ditemui mereka pada malam harinya. Saya sampaikan kronologi yang terjadi. Pihak perwakilan Medan, berjanji akan meneruskan isu ini ke kantor pusat di Jakarta," terang korban.
Tiga hari setelah melapor Mitra Tokopedia, pada 18 November, korban ditemani pihak Mitra Tokopedia untuk membuat laporan ke Polres Binjai.
Selain itu, perwakilan Mitra Tokopedia dari kantor pusat juga sempat mendatangi korban untuk mengumpulkan informasi dan mengabarkan terkait upaya penyelesaian masalah yang telah dilakukan, tak terkecuali mendatangi alamat pelaku. Hanya saja, pelaku tidak ada di sana.
Pada 11 Desember, korban pun mendatangi rumah ibu pelaku di Tebing Tinggi. Ia pun menceritakan kejadian yang ia alami pada ibu pelaku. Tak disangka, ibu pelaku malah mengatakan, sudah sebulan anaknya tidak berkabar.
Tak putus asa, korban sampai mendatangi rumah mertua pelaku di Medan pada hari yang sama. Namun, lagi-lagi, ibu mertua pelaku juga mengaku sudah hilang kontak dengan anak, menantu, dan cucunya selama sekitar satu bulan belakangan.
Sebelum mengakhiri utasnya, korban menambahkan, pada 25 November, beberapa hari sebelum mengunjungi ibu dan mertua pelaku, korban mendapat surat informasi dari polisi.
"Aduan saya sudah diterima dan kepolisian menunjuk 2 orang anggotanya sebagai tim penyelidik.
Tapi sampai sekarang keberadaan M. Harfi Akbar belum diketahui," terang korban.
Lantas, karena upaya hukum sudah ditempuh, tetapi belum juga membuahkan hasil, Elwi Gito meminta bantuan para pengguna Twitter lewat utasnya supaya pelaku yang mengakibatkan kerugian Rp500 juta padanya segera ditemukan.
"Buat temen2 yang pernah melihat orang ini, tolong info ke saya atau bisa langsung ke polres/Polsek terdekat.
Atas bantuannya, saya ucapkan banyak2 terima kasih," tutup korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Catat Tanggalnya! CGM Bogor 1-3 Maret 2026: Perayaan Unik Harmoni in Diversity
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Malang Rabu 25 Februari, Lengkap dengan Penjelasan Makan Setelah Imsak
-
Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar Sebelum Kuota Habis
-
Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Sopir Truk Asal Pandeglang Tewas
-
Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian NS, Desak Jerat Ibu Tiri dengan Hukuman Maksimal
-
Ikuti Owner Meeting di Jakarta, Maestro Solo Semakin Antusias Debut di PFL 2!
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Rabu 25 Februari 2026, Jangan Telat Bangun Sahur!
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan